
Ilustrasi pembunuhan.
JawaPos.com - Polres Dairi mengamankan seorang pria pelaku tindak pidana pembunuhan di jalan perladangan Kuta Lama, Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, dikutip dari POJOK SATU.
Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman melalui Kasat Reskrim Polres Dairi AKP Rismanto Jayanegara Purba, membenarkan penangkapan yang terjadi pada Kamis (1/6) kemarin.
Motif pelaku, lanjut Wahyudi, adalah karena pelaku dan korban memiliki permasalahan terkait hal yang bersifat pribadi, di mana pelaku merasa harga dirinya diganggu.
“Sehingga pada saat pelaku bertemu dengan korban diperladangan (TKP), ia langsung emosi dan menusukkan pisau ke arah dada korban secara berulang dengan pisau belati miliknya dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” pungkas Wahyudi.
Korban penganiayaan tersebut bernama TES, 52, seorang PNS warga Jalan Pahlawan No.125 Kelurahan Batang Beruh Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.
Sementara pelaku adalah BMS, 40, seorang petani, warga Desa Panji Dabutar kelurahan Panji Dabutar Kecamatan Sitinjo kabupaten Dairi.
“Saat penganiaayan terjadi ada dua orang saksi berada ditempat yaitu SS, 41, dan istri korban HSS, 35,” ujar Rismanto.
Kronologi kejadian, kata Kasat Reskrim terjadi pada Kamis (1/6) sekitar pukul 09.00 WIB, atas laporan masyarakat bahwa telah ditemukan seseorang meninggal dunia akibat kekerasan.
Selanjutnya anggota Sat Reskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Dairi langsung menuju lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Sesampainya di lokasi di temukan mayat seorang laki-laki yang selanjutnya diketahui bernama TES,” kata AKP Rismanto.
Menurut keterangan saksi, bahwa sekitar pukul 08.30 WIB, korab datang ke rumah saksi SS dengan menggunakan sepeda motor untuk mengajak saksi bersama dengan istrinya HSS bekerja di lahan perladangan milik korban yang akan di doser.
Selanjutnya korban berangkat dengan menggunakan sepeda motornya ke ladang miliknya, sekitar lima menit kemudian saksi dan istrinya menyusul korban dengan menggunakan mobil.
Sesampainya di ladang korban, pada saat HSS sedang menjaga anaknya, terdengar suara sepeda motor terjatuh dan melihat korban sedang dikejar oleh pelaku BMS.
“Berdasarkan keterangan Saksi SS, ia mendengar suara minta tolong secara berulang-ulang dan seketika itu, ia melihat pelaku melakukan penikaman terhadap korban hingga pisau belati yg digunakan pelaku terjatuh,” jelas Kasat.
Melihat pisau tersebut terjatuh kemudian saksi SS mengambilnya dan mencampakkannya ke arah perladangan warga dan saat itu pelaku langsung berjalan kearah perkampungan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
