
LINTAS NEGARA: Razia oleh Tim Anti Kejahatan Siber Kepolisian Filipina yang mengungkap lebih dari 1.000 korban dugaan TPPO di Mabalacat City (4/5).
JawaPos.com – Rencana repatriasi WNI korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dipaksa bekerja di industri online scamming terus dimatangkan. Kepulangan mereka ke tanah air menunggu paspor diserahterimakan ke Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Manila, Filipina.
Sekretaris II Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Manila Nona Siska Novianti mengatakan, pihaknya masih menunggu paspor yang disita Kepolisian Filipina. Bagi WNI yang paspornya tidak ditemukan di lokasi penggerebekan, KBRI akan menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP) untuk mereka. Baru setelahnya, KBRI Manila mengajukan permohonan ke Biro Imigrasi Filipina untuk waiver of fines and penalties. ”Setelah itu, baru bisa menjadwalkan repatriasi,” ujarnya kemarin (17/5).
Dari 242 WNI yang berhasil diamankan dalam penggerebekan pada Kamis (4/5) lalu, tidak semua langsung dipulangkan. Sebanyak 16 orang tetap tinggal lantaran harus menjalani persidangan. Mereka adalah 2 tersangka yang diduga terlibat TPPO dan 14 orang lainnya yang berstatus sebagai saksi.
Seperti diberitakan, dalam penggerebekan yang dilakukan Kepolisian Filipina pada Kamis (4/5) lalu, ada 1.400-an pekerja yang berhasil diselamatkan dari industri online scamming. Tak hanya dari Indonesia, ada juga yang berasal dari sejumlah negara Asia lainnya. Misalnya, Hongkong, Tiongkok, Vietnam, Nepal, Malaysia, Thailand, Taiwan, Myanmar, dan Filipina sendiri. (mia/idr/c7/oni)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
