
BERLANJUT: Penyidik KPK keluar dari kantor DPMD Bangkalan di Jalan Halim Perdana Kusuma kemarin. (DARUL HAKIM/JAWA POS RADAR MADURA)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara terkait belum ditahannya Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron, meski sudah menyandang status tersangka. Abdul Latif Amin Imron sempat mendatangi rangkaian acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diselenggarakan KPK beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan, alasan pihaknya belum melakukan penahanan terhadap pria yang karib disapa Ra Latif. Menurut Ghufron, Ra Latif dianggap kooperatif sehingga belum dilakukan penahanan.
"Jadi, kenapa sih alasan ditahan? Ditahan itu alasannya ada tiga, takut mengulangi, takut mengurangi atau menghilangkan barang bukti, atau takut melarikan diri," kata Ghufron kepada wartawan, Minggu (4/12).
Ghufron mengungkapkan, dari ketiga alasan tersebut belum ada yang mengharuskan pihaknya melakukan penahanan terhadap Abdul Latif Amin Imron. Kendati demikian, ia memastikan Abdul Latif bakal ditahan apabila waktu persidangan sudah dekat.
"Jadi, teman-teman kami itu penyelidik penyidik itu sebenernya tersangka banyak. Tapi tidak kenapa tidak langsung ditahan, karena memang proses untuk disidangkan masih menunggu proses temen-temen JPU yang menyidangkan yang lain," tegasnya.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap terkait lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur. Salah satu dari enam tersangka adalah Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron.
"Benar, saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan korupsi suap terkait lelang jabatan yang diduga dilakukan oleh kepala daerah dan beberapa pejabat di Pemkab Bangkalan, Jatim," ucap Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin (31/10).
"Telah ada beberapa pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Sejauh ini ada 6 orang tersangka," pungkas Ali.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
