
KASUS ASUSILA: Bechi di Rutan kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, kemarin. Dia harus masuk ke sel isolasi sebelum ditempatkan di blok kamar. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)
JawaPos.com - Molor hingga tiga tahun, kasus kekerasan seksual dengan tersangka Moch. Subchi Al Tsani (MSAT) didesak untuk segera disidangkan. Selain demi kepastian hukum bagi tersangka, juga untuk pemulihan korban yang komprehensif.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengapresiasi langkah kepolisian dalam melakukan penegakan hukum untuk kasus tersebut.
”Apabila tersangka memang dinyatakan bersalah, lekas dijatuhkan sanksi (vonis) yang sesuai," katanya kemarin.
Di samping itu, lanjut dia, korban juga bisa lekas mendapatkan ganti rugi, penanganan, dan pemulihan, baik trauma psikologis maupun martabatnya di tengah-tengah masyarakat. ”Saya mengapresiasi keberanian korban dan saksi korban untuk speak up, melaporkan kasus kekerasan seksual yang dialaminya," tuturnya. Hal itu, lanjut dia, memiliki dampak yang luar biasa karena atas keberanian mereka, kasus kekerasan seksual tersebut terungkap dan dapat segera ditangani.
Yang tak kalah penting adalah mencegah lahirnya korban-korban lain. Bintang mengemukakan, seluruh proses hukum terkait tindak pidana kekerasan seksual kini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Kekerasan seksual merupakan pelanggaran hak asasi manusia, konstitusi, kejahatan terhadap martabat kemanusiaan, serta bentuk diskriminasi yang harus dihapuskan.
Oleh karena itu, semua bentuk kekerasan seksual harus mendapatkan penanganan hukum yang sesuai serta tidak ada lagi penyelesaian di luar pengadilan. Juga, pihak-pihak yang menghalangi aparat penegak hukum (APH) dalam menegakkan hukum wajib diproses. ”Saya tegaskan kembali, tidak ada kasus kekerasan seksual yang dapat ditoleransi. Siapa pun pelakunya, hukum harus ditegakkan dan diproses,’’ tegasnya.
Lebih lanjut, Bintang menyampaikan, di dalam UU TPKS pasal 19 dinyatakan secara jelas bahwa setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan/atau pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka, terdakwa, atau saksi dalam perkara tindak pidana kekerasan seksual dapat dipidana. Ancaman hukumannya paling lama lima tahun.
Bila hal tersebut dilakukan oleh orang yang memiliki kedudukan lebih kuat atau sebenarnya diberi kepercayaan untuk melindungi dan terbukti menjadi pelaku, maka akan mendapat tambahan hukuman.
Selain itu, dalam upaya memutus rantai kekerasan, dia mengimbau agar siapa pun yang mengalami, mengetahui, atau melihat segala bentuk kekerasan dapat melapor ke Layanan SAPA 129 melalui hotline 021-129 atau WhatsApp 08111-129-129. Dapat juga melapor ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) dan kepolisian setempat.
Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto menerangkan, penyidikan terhadap lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena menghalangi penangkapan MSAT masih berjalan. Berkas perkaranya akan dibagi dua. Sebab, konstruksi perkaranya berbeda meski saling terkait.
Menurut Totok, kasus pertama diisi satu tersangka, yakni DD. Dia merupakan sopir yang menggagalkan penyergapan pada Minggu (3/7). ”Modusnya, menghalangi petugas dengan menghadang mobil,” ujarnya.
Adapun kasus kedua terjadi Kamis (7/7). Empat tersangka diamankan polisi karena berusaha menghalangi aparat saat berusaha mencari MSAT di ponpes. Mereka dianggap menghambat prosesnya karena melarang petugas masuk. Totok mengatakan, mereka terancam hukuman lima tahun penjara. ”Ini sekaligus menjadi warning (peringatan) bagi semua pihak agar menghormati proses hukum,” tegasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
