
Photo
JawaPos.com - Kabar Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi yang akrab disapa Dewi yang ditangkap propam bersama 11 anak buahnya di hotel di Bandung mengejutkan banyak pihak. Sebab, selama ini Kompol Dewi dikenal sebagai sosok polisi wanita (polwan) berprestasi, pemberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.
Seperti diberitakan Sumeks.co (Jawa Pos Group), perempuan cantik kelahiran Porong, Sidoarjo, Jawa Timur ini mengawali kariersebagai anggota di Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Setelah tugas di Ditres Narkoba Polda Jabar, Kompol Dewi yang menguasai ilmu beladiri judo ini, dipercaya memimpin jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Bogor Kota.
Kiprah Kompol Dewi di Kota Hujan itu cukup membanggakan. Beberapa kali Kompol Dewi dan anggota Satres Narkoba Polres Bogor Kota membongkar kasus narkoba dengan barang bukti cukup besar. Setelah selesai bertugas di Polres Bogor Kota, Kompol Dewi ditarik kembali ke Ditres Narkoba Polda Jabar.
Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. (Istimewa)
Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. (Istimewa)
Tak lama kemudian, dia ditugaskan memimpin Polsek Bojoloa Kidul, jajaran Polrestabes Bandung. Video Pemusnahan Narkoba Senilai Rp1 Triliun di Mapolda Metro Jaya Saat bertugas di Polsek Bojongloa Kidul, Kompol Dewi, ibu dari dua anak itu, berhasil menyatukan beberapa ormas di Kecamatan Bojongloa Kidul untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sosok Yuni, sebagai cerminan emansipasi wanita dalam tubuh Polri memang tak berlebihan. Buktinya, hanya selang satu hari setelah dirinya dilantik pada medio September 2014 waktu itu, ia sukses mengungkap peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat
Suatu hari, Yuni pernah bertikai dengan dua tersangkanya di Cianjur, dia berperan sebagai pembeli, dengan pakaian yang agak urakan, wanita ini masuk dalam lingkaran pengedar. Saat itu masih berpangkat AKP.
Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. (Istimewa)
Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi. (Istimewa)
Yuni sudah menyiapkan segala sesuatunya, seperti para anggota yang disebar diberbagai titik. “Tapi tetap gue yang berhadapan. Ini kisah under cover yang dialami waktu masih di Polda Jabar,saya juga pernah bertikai dengan dua pria yang badannya besar-besar. Seperti di film-film India. Setelah jagoannya menang taklukan lawannya, polisi baru datang,” ceritanya sambil tawa berderai.
Mengapa jadi polisi? Menelisik sedikit kenapa AKP Yuni berkiprah menjadi polisi? Mungkin karena pembawaannya yang tomboy. Anak pertama dari tiga bersaudara ini, sudah dibidik sang ayah yang juga seorang perwira di Brimob untuk mencetak anaknya menjadi polisi juga.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=o3qJyT3Yjpc

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
