
Jasad Yulia ditemukan di jok mobil bagian belakang. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)
JawaPos.com - Yulia, 42, korban pembakaran di Sukoharjo ternyata bukan orang biasa. Dia adalah seorang pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Wonogiri.
Seperti diberitakan Radar Solo (Jawa Pos Group) Yulia merupakan istri dokter spesialis syaraf, dr Achmad Yani dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Presiden Jokowi. Diketahui, adik perempuan dr Ahmad Yani menikah dengan sepupu Jokowi, Andi Wibowo. Andi adalah anak dari Miyono, paman Jokowi.
Sebagai pengusaha, Yulia dikenal memiliki banyak aset, salah satunya aset tanah di Selo Wonogiri. Yulia memiliki dua alamat tempat tinggal. Yulia memiliki KTP dengan alamat Dusun Bulak RT 02 RW 04, Desa Nambangan Kecamatan Selogiri. Dia juga diketahui tinggal di Pasar Kliwon, Kota Solo.
“Warga sini (Selogiri). Kan beli tanah di sini, sewaktu mengurus balik nama dan lain-lain kalau tidak pindah alamat sini waktu itu kesulitan. Jadi pindah alamat sini,” ungkap Warto Indratno, ketua RT setempat, Rabu (21/10).
Warto mengakui jarang bertemu dengan Yulia. Terakhir bertemu saat pilpres dan pileg tahun lalu. Sebab, saat itu Warto bertugas sebagai kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). “Waktu itu beliau (Yulia) juga datang dengan Pak Yani (dr Ahmad Yani, suami Yulia),” kata dia.
Warto mengatakan, dari informasi yang didapatnya, Yulia adalah istri kedua. Namun Warto kurang paham dengan kondisi rumah tangga Yulia. Sebab, dia jarang bertemu dengan Yulia maupun sang suami.
Suami Yulia sendiri merupakan dokter spesialis syaraf yang bertugas di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Menurut Warto, keluarga Yulia memiliki banyak tanah di Selogiri. Oleh karena itu, Yulia pun ber-KK di sana. Salah satunya ada lahan milik Yulia yang dibangun sebuah rumah makan bernama Café Den Katul.
Warto pun mengapresiasi pembukaan warung makan berkonsep tempat nongkrong itu karena bisa membuka banyak lapangan kerja bagi warga sekitar.
Berdasarkan pantauan Radar Solo (Jawa Pos Group) di lokasi rumah makan tersebut, tampak pagar yang tertutup rapat. Tidak terlihat aktivitas di sana. Di pagar depan ditempel MMT berukuran besar bertuliskan ‘Café Den Katul, Kadang Buka Kadang Tutup Dat Nyeng.’ “Bangunan (rumah makan) itu sudah ada lama, rencananya juga mau digunakan sebagai lokasi rapat,” ucap Warto.
“Tanahnya banyak. Di situ (cafe) sebelah timurnya, bagian dalam di lingkungan sini juga ada,” imbuh dia.
Kira-kira berapa petak tanah yang dimiliki Yulia? Warto tak bisa menghitungnya. Sebab, menurutnya sangat banyak. Secara umum, dia menilai keluarga Yulia cukup baik. “Kalau ada yang bilang nggak baik, itu karena belum kenal. Aslinya Bu Yulia itu baik sekali,” ujar Warto.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
