
Photo
JawaPos.com - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto menyebut pegiat demokrasi Ravio Patra sempat menunjukan sikap tidak kooperatif saat hendak digelandang ke kantor polisi. Dia sempat kabur, masuk ke dalam mobil diplomat.
"Saat itu, tim mendatangi lokasi RPA pada pukul 21.00 WIB untuk mengamankannya. Pada saat diamankan dia sempat menghindar dan melawan," kata Suyudi saat dikonfirmasi, Senin (27/4).
Ravio saat itu kabur ke dalam mobil diplomat dengan plat nomor CD atau kode milik kedutaan yang dikendarai oleh seorang warga negara Belanda. Kalimat perlawanan juga dilontarkan oleh yang bersangkuta.
"Ravio memberontak dan meloncat ke dalam mobil temannya sambil berteriak 'kalian tidak bisa menangkap saya di mobil diplomasi'," tambah Suyudi.
Menurut dia, warga negara Belanda itupun turut menghalangi upaya penangkapan Ravio. Surat penangkapan yang dibawa oleh petugas tidak diindahkan oleh keduanya. "Petugas saat mengamankan memperlihatkan surat tugas untuk dibawa ke kantor," jelasnya.
Usai beberapa saat, Ravio akhirnya berhasil diamankan. Sedangkan warga negara Belanda tersebut dilepas karena berkaitan dengan kewarganegaraan.
Sebelumnya, Ravio Patra dikabarkan ditangkap oleh jajaran Polda Metro Jaya. Kasus ini diduga karena akun Whatsapp Ravio mengirim pesan berantai bernada provokasi.
Direktur Eksekutif Safenet, Damar Juniarto mengatakan pesan berantai ini terkirim karena diduga akun Whatsapp Ravio diretas. Saat itu, Ravio bercerita padanya pada Rabu (22/4) ketika membuka aplikasi Whatsapp muncul notifikasi jika nomor Whatsapp Ravio telah masuk di perangkat lain.
Ravio kemudian melakukan pengecekan kepada kotak masuk pesan singkat. Di sana ditemukan ada permintaan pengiriman kode OTP (one time password).
"Peristiwa ini saya minta segera dilaporkan ke WhatsApp, dan akhirnya oleh Head of Security Whatsapp dikatakan memang terbukti ada pembobolan," kata Damar saat dikonfirmasi, Kamis (23/4).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
