
Photo
JawaPos.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Habil Marati, terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal dengan hukuman satu tahun pidana. Majelis hakim menilai, anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu terbukti memberikan uang kepada Kivlan Zan untuk membeli senjata api ilegal.
"Menyatakan terdakwa Habil telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, membantu melakukan tanpa hak, menerima, menyerahkan, menguasai dan menyimpan suatu senjata api dan amunisi," kata Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri membacakan amar putusan di PN Jakarta Pusat, Senin (27/1).
Vonis terhadap Habil ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang memvonisnya dengan hukuman dua setengah tahun penjara. Pertimbangan hukuman ini, untuk hal yang meringankan majelis hakim menilai Habil belum pernah menjalani proses hukum. "Untuk hal yang memberatkan, terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan meresahkan masyarakat," ucap Saifuddin.
Dalam amar putusan, perbuatan Habil dilakukan bersama-sama dengan Kivlan Zen, Helmi Kurniawan alias Iwan, Tajudin alias Udin, Azwarmi, Irfansyah alias Irfan, Adnil dan Asmaizulfi alias Vivi.
Majelis hakim menyatakan, Kivlan Zen bertemu Helmi Kurniawan di Monumen Lubang Buaya pada 1 Oktober 2018. Pertemuan itu dilakukan untuk meminta mencarikan senpi ilegal dan berjanji akan mengganti uang pembelian. Senpi yang diminta Kivlan Zen itu dibeli Helmi dari Asmaizulfi alias Vivi, tanpa peluru yang tidak dilengkapi surat resmi seharga Rp 50 juta.
Kivlan kemudian bertemu dengan Helmi alias Iwan dan Tajudin alias Udin di RM Padang Sederhana, Kelapa Gading pada 9 Februari 2019. Dalam pertemuannya, Kivlan menyerahkan uang sebesar SGD 15 ribu dari Habil ke Helmi Kurniawan untuk ditukarkan ke dalam bentuk rupiah.
Helmi alias Iwan kemudian menukarkan uang yang diterimanya dari Habil di Money Changer Dollar Time Premium Forexindo dengan nilai sebesar Rp 151,5 juta yang kemudian diserahkan kepada Kivlan.
Kivlan Zen lantas mengambil uang Rp 6,5 juta untuk keperluan pribadinya. Sedangkan sisanya, Rp 145 juta diserahkan kepada Helmi alias Iwan untuk mengganti uang pembelian senjata api pertama. Tak cukup sampai disitu, Kivlan kemudian memerintahkan Helmi Kurniawan untuk menemui terdakwa dan berpesan apabila diberi uang oleh terdakwa agar dilaporkan kepada Kivlan Zen.
Uang yang diserahkan Kivlan Zen itu kemudian digunakan Helmi alias Iwan untuk diserahkan ke Tajudin alias Udin sebesar Rp 25 juta. Uang itu dilakukan untuk membiayai operasional pemantauan mata-matai Wiranto dan Luhut Binsar Panjaitan.
Atas perbuatannya, Habil divonis melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 ayat (1) KUHP.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
