
Yasonna Laoly di Istana Negara, Selasa (22/10). (Raka Denny/Jawa Pos)
JawaPos.com – Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengorek informasi mengenai dugaan suap yang menjerat Wali Kota Medan (nonaktif) Tengku Dzulmi Eldin kemarin terhambat. Sebab, seorang saksi yang bernama Yamitema T. Laoly tidak memenuhi panggilan. Tema adalah anak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H. Laoly. Ternyata, Tema tidak hadir atas saran Yasonna.
Yasonna mengatakan, anaknya adalah pebisnis. Namun, sudah tiga tahun ini anaknya tidak banyak terlibat dalam berbagai proyek di Medan. Yasonna mengatakan, surat atau hard copy panggilan dari KPK belum sampai ke tangan anaknya.
Yang diterima hanya hasil capture pesan dari jajaran Pemkot Medan. Menurut Yasonna, surat panggilan dari KPK dikirim ke Medan. Padahal, anaknya berada di Jakarta.
Dia memperkirakan pemanggilan itu untuk klarifikasi. Yasonna mengakui bahwa anaknya sempat berdiskusi dengannya mengenai panggilan KPK. Dia menegaskan, jika hard copy surat panggilan dari KPK sudah tiba, anaknya pasti datang.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Chrystelina G.S. mengatakan, Tema merupakan direktur PT Kani Jaya Sentosa yang berlokasi di Medan. Karena Tema belum menerima surat panggilan, pemeriksaan akan dijadwalkan ulang.
Chrystelina menjelaskan, Tema diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kepala Dinas PUPR Medan Isa Ansyari. Isa diduga sebagai pemberi suap kepada Dzulmi. Nah, duit suap itu diduga dikumpulkan oleh Isa dari para rekanan proyek di Medan. ”Kami mendapat informasi setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi,” terang Chrystelina terkait dengan apa yang akan didalami KPK dalam pemeriksaan Tema.
Rencananya, Tema dipanggil lagi hari ini (12/11). Surat pemberitahuan pemanggilan sudah disampaikan kepada Tema. ”Pemeriksaan (Tema, Red) mudah-mudahan dijadwalkan ulang besok (hari ini, Red),” kata dia. ”Jadi, nanti akan diinfokan (keterlibatan Tema dalam kasus suap wali kota Medan, Red) kembali setelah dilakukan pemeriksaan,” paparnya.
Sementara itu, Rita Maharani, istri wali kota Medan, enggan berkomentar banyak soal hasil pemeriksaan. Menurut Chrystelina, pemeriksaan Rita terkait dengan perjalanan dinas Pemkot Medan ke Jepang yang bersamaan dengan kunjungan kerja wali kota. Dalam kunjungan itu, wali kota mengajak istri, anak, dan pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
