
Maruf Amin saat mengikuti debat cawapres Minggu (17/3)
JawaPos.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) angkat bicara terkait pasca debat ketiga calon wakil presiden yang telah berlangsung Minggu malam (17/3). Dia mengingatkan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, untuk mengedepankan prinsip pemerataan dan kesetaraan dalam misi dan program yang dihadirkan.
Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Amiruddin menilai cara pandang kedua pasangan calon masih cenderung Jawasentris. "Iya (terjadi di) selama tiga kali debat ini, apalagi yang kemarin itu (debat ketiga). Dalam konteks HAM itu ada prinsip kesetaraan, penyetaraan," kata Amiruddin dalam Catatan Kritis Terhadap Komitmen HAM Cawapres di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (18/3).
Menurut Amiruddin, tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya kental dengan perspektif HAM. Sebab, tema tersebut menyangkut hak dasar manusia.
Namun, dia menyesalkan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno tak mengedepankan perspektif HAM. "Tema debat semalam adalah sebenarnya tema yang sangat HAM karena menyangkut pelayanan kepada segenap rakyat. Semacam janji untuk lima tahun ke depan. Tapi saya melihat, mungkin kedua cawapres kita belum familiar dengan UU Nomor 11 tahun 2005. Sehingga eksplorasinya enggak berkembang," ujarnya.
Dia menuturkan, semestinya kedua paslon berkaca pada UU Nomor 11 tahun 2005 terkait Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Yang salah satu indikator terpenuhinya ialah hak dalam pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial dan budaya adalah ketersediaan. Amiruddin menilai kedua cawapres tidak mengeksplorasi rancangan jangka panjang program yang ditawarkan.
"Kita belum lihat ketersediaan seperti apa yang mau dirancang lima tahun ke depan untuk menjawab persoalan pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan di Indonesia. Tidak melihat republik ini banyak wilayah, pulau-pulau kecil, tersebar di pedalaman-pedalaman, bagaimana ke depan itu dalam 5 tahun berikutnya?" jelas dia.
Dia menegaskan, pemenuhan hak pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial dan budaya harus menjangkau sebanyak mungkin rakyat Indonesia. "Dan jika dia diadakan, mesti terjangkau. Nah itu yang saya lihat, sehingga prinsip ini tidak terelaborasi," tuturnya.
Amiruddin mengingatkan, apabila terpilih, siapun calonnya maka perlu memilik program-program yang bisa menjadi acuan pembangunan negara. "Seluruh gagasan inilah yang dipakai Bappenas untuk membuat acuan pembangunan nasional. Nah, kalau dari kandidatnya saja enggak jelas apa yang dituju, bagaimana nanti terjemahan dalam rancangan acuan pembangunan ke depan," pungkas dia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
