
Drama kebohongan Ratna Sarumpaet
JawaPos.com - Pengamat politik Boni Hargens tak habis pikir mengapa sejumlah politisi tiba-tiba percaya saja dengan omongan Ratna Sarumpaet yang mengaku dipukuli. Bahkan Calon Presiden Prabowo Subianto sampai menggelar konferensi pers menyikapi hal tersebut.
"Tiba-tiba common sense mereka tidak berkerja, ini kan nggak masuk akal. Kan tidak mungkin ada kebodohan kolektif dong ya atau kedunguan berjamaah, kecuali ada virus tiba-tiba merusak otak kita, kita menjadi dungu bersama," ujarnya dalam sebuah diskusi di Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (6/10).
Karena itu, dia menduga bahwa kebohongan Ratna terkait penganiayaan merupakan rancangan yang mendapat campur tangan para politikus itu. "Saya yakin ini adalah sebuah rancangan bersama," imbuhnya.
Boni menilai rangkaian kebohongan Ratna merupakan bagian dari kampanye hitam untuk mendelegitimasi petahana. Atau dalam tanda kutip ingin menjatuhkan kubu lawannya.
"Sasaran dalam konteks ini adalah Pak Jokowi," tegas dia.
Mengapa? Itu lantaran elektabilitas petahana yakni Joko Widodo masih sangat tinggi. Karenanya, Boni menilai kubu oposisi mengalami kebuntuan untuk menjatuhkannya setelah isu PKI dan anti Islam gagal dimainkan.
"Karena oposisi tidak bisa kreatif atau sedikit lebih kritis untuk bisa mencari cara mendelegitimasi dan mereka akhirnya kembali kepada pola-pola tradisional. Pola-pola yang tidak cerdas, yang tidak mendidik. Yaitu coba menebar fitnah, menebar kebohongan," tutur Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) itu.
Kubu oposisi dalam hal ini katanya ingin membangun opini bahwa negara jahat dengan menunculkan adanya oenganiayaan terhadap Ratna yang menjadi salah satu tokoh #2019GantiPresiden.
"Seolah-olah Ratna ini subjek dengan inisiatif ingin membohongi banyak orang atau jangan-jangan Ratna hanya objek yang disuruh memainkan drama ini dan pemain utamanya adalah mereka yang hari ini mengkambing hitamkan Ratna," tutur Boni.
Karena itu dia berharap Kepolisian mengusut kasus ini hingga tuntas dan terang benderang. "Pasti ada perencanaan yang matang maka pengusutan kasus ini jangan berhenti di kebohongan. Tapi melihat skenario politiknya," tukas Boni.
Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono membantah adanya skenario yang dimainkan kubu Prabowo Subianto terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet. Dia menegaskan bahwa pihaknya lah yang menjadi korban.
"Nah masalah Ratna sarumpet gini ya, kami ini korban penipuan Ratna Sarumpaet ya," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (6/12).
Malah dia menduga Ratna adalah agen pihak lawan politik Prabowo dalam Pilpres 2019. Khususnya untuk menutup jebloknya kinerja ekonomi Joko Widodo yang membuat rupiah makin lemah hingga menembus angka Rp. 15 ribu. Juga, buruknya penanganan gempa di Palu.
"Jangan-jangan Ratna Sarumpet sengaja disusupi ke pihak kami oleh pihak lawan kami untuk mendiskreditkan kami," imbuhnya.
Selebihnya, tudingan Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens yang menyebut Prabowo memainkan skenario hoaks penganiayaan Ratna, tidak didasari oleh fakta.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
