Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Agustus 2018 | 05.01 WIB

Eggi Sudjana Pertanyakan Tanda Terima Rp 500 Miliar yang Disebut Andi

Eggi Sudjana meminta Andi Arief mempertanggungjawabkan ucapannya. Bahkan dia menawarkan diri menjadi lawyer jika Andi merasa terancam. - Image

Eggi Sudjana meminta Andi Arief mempertanggungjawabkan ucapannya. Bahkan dia menawarkan diri menjadi lawyer jika Andi merasa terancam.

JawaPos.com - Cuitan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief yang menuding Sandiaga Salahuddin Uno memberikan mahar Rp 500 miliar kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih ramai diperdebatkan. Sebab sampai saat ini tak kunjung ada pembuktian dari tuduhan tersebut.


Menanggapi hal itu, politikus PAN Eggi Sudjana meminta Andi mempertanggungjawabkan ucapannya. Jika tidak, maka tudingan itu hanya sebatas fitnah belaka.


"Itu pertanggungjawaban Andi. Berani ngomong, (harusnya) berani tanggung jawab. Kan ini bisa menjadi fitnah karena dari segi Sandi udah membantah," ujar Eggi di Museum Kebangkitan Nasional, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (24/8).


"Nggak tahu fitnah nggaknya, karena si Andi tidak membeberkan lebih jauh siapa, di mana, buktinya apa, kan harus jelas. Kalau uang, apa ada tanda terima? Atau ada suara telepon rekaman? Ada petunjuk paling nggak, nggak boleh ngomong sembarang sob," sambungnya.


Sementara itu adanya ancaman yang membuat Andi tidak buka suara dianggap tidak relevan. Seharusnya demi sebuah kebenaran tidak ada yang perlu Andi takuti. Bahkan Eggi siap menjadi kuasa hukum koleganya itu jika memang dibutuhkan.


"Kenapa? Payah dong! Mestinya nggak ada yang ditakuti selain Allah. Kalau Andi tunduk kepada yang mengancam, Andi payah saya bilang. Jangan takut gitu loh, kalau perlu saya lawyer-nya Andi, kalau dia berani ungkap itu," tegasnya.


Di sisi lain Eggi memastikan pihak Sandi tidak ingin mempersoalkan tudingan itu lebih jauh. Bahkan ketika ia menawarkan diri membantu menyelesaikan masalah itu ke jalur hukum, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menolak.


"Bagaimana saya pernah ngomong sama Sandi, 'Gimana bang saya turun sebagai kuasa hukum?'. Kata Sandi 'Jangan lah bang udah redup, udah ini (selesai)'," pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore