
Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (Jurkamnas BPN) urut 02, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka. (Muhammad Ridwan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Belum lama ini viral di media sosial (medsos) video Eggi Sudjana tengah mengendarai mobil mewah berkelir merah di Malaysia. Munculnya video itu sontak memantik atensi publik. Mengingat Eggi baru saja bebas dari jeratan Polda Metro Jaya dalam kasus ijazah Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
Dalam video yang beredar di medsos, Eggi tengah mengendarai mobil tersebut. Padahal di Indonesia, dia kerap terlihat menggunakan kursi roda saat beraktivitas. Tak pelak video itu mengundang beragam reaksi. Ellida Netty selaku penasihat hukum Eggi pun buka suara.
Netty tidak menampik sosok yang ada dalam video itu memang kliennya. Dia menyebut, peristiwa itu terjadi di tengah-tengah pengobatan kanker usus yang diderita oleh Eggi di Malaysia. Namun, dia menegaskan bahwa Eggi hanya mencoba mengendarai mobil tersebut.
”Pak Eggi kan bisa jalan, bisa nyetir, cuma kan kankernya di usus. Jadi, ketika dia dijemput oleh keponakannya yang kerja di Samsung, pas isi bensin terus dia pengen coba ( sendiri),” jelas Netty kepada awak media pada Senin (19/1).
Menurut Netty, Eggi terbang ke Malaysia setelah Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Dia pergi ke Malaysia untuk menjalani pengobatan. Mobil merah yang dikendarai oleh Eggi dalam video tersebut biasa digunakan keponakan Eggi yang menetap dan bekerja di Malaysia.
”Berobat ke Malaysia tanggal 16 (Januari 2026), sampai sana dijemput, dia nggak pakai kursi roda, jalan dia. Di sini (Indonesia) pakai kursi roda gratis, di sana kan bayar, yauda jalan saja,” kata dia.
Terpisah, Roy Suryo juga memastikan bahwa sosok dalam video itu memang benar Eggi. Dia menyebut, video itu dikirim sendiri oleh Eggi ke beberapa orang melalui pesan WhatsApp. Dia pun mendoakan agar Eggi yang tengah berobat di Malaysia dimudahkan urusannya.
”Agar sebaiknya tidak menyetir sendiri mobil di luar negeri, apalagi kemarin tampak jelas harus pakai kursi roda dan masih menggunakan SIM Indonesia meski bisa berlaku terbatas di Malaysia,” ujarnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan telah menerbitkan SP3 untuk menghentikan penyidikan terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan penghasutan terkait ijazah Jokowi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat (16/1). Dia menyampaikan bahwa penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya yang menerbitkan SP3 tersebut.
”Benar, penyidik telah menerbitkan SP3 terhadap dua tersangka, yaitu saudara ES (Eggi Sudjana) dan DHL (Damai Hari Lubis). Penghentian penyidikan dilakukan demi hukum berdasarkan keadilan restoratif,” kata Budi.
Menurut Budi, keputusan itu diambil oleh penyidik setelah Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara khusus untuk menempuh mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice terhadap kedua tersangka. Gelar perkara itu dilakukan pada Rabu (14/1) lalu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
