
Ilustrasi gratifikasi parsel
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi kerap menerima laporan gratifikasi dari penyelenggara negara serta institusi. Khusus bulan Ramadanhingga lebaran tahun ini, jumlah pihak pelapor gratifikasi, khususnya penerimaan parsel menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pelaporan gratifikasi dilakukan sejak H-10 sampai dengan H+5 Lebaran 2018,” beber Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono kepada wartawan, Kamis (21/6)
Dalam rentang waktu tersebut, Giri menyebut ada 11 laporan gratifikasi yang dilakukan dengan nilai mencapai Rp 4.975.000. Nilai ini turun sebanyak 60 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp13.899.000 dengan 28 laporan. Sementara pada tahun 2016 ada 40 laporan dengan nilai mencapai Rp39.375.000.
Adapun, 11 laporan itu terdiri dari instansi dan penyelenggara negara dari berbagai institusi pemerintahan seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kelautan dan Perikanan, PT Pertamina (Persero), PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), hingga Pegadaian.
“Penurunan laporan gratifikasi menunjukkan bahwa adanya perbaikan lingkungan sistem pengendalian gratifikasi dan kesadaran menolak gratifikasi yang dilarang sesuai dengan Pasal Tindak Pidana Korupsi 12B UU Tipikor,” ungkap Giri.
Untuk itu, Giri kembali mengimbau agar penyelenggara negara menolak gratifikasi, bila terlanjur menerima maka bisa segera mengembalikan dalam waktu 30 hari kerja.
“Ini sejalan dengan pesan KPK untuk menolak gratifikasi kecuali dalam kondisi tertentu dan tidak langsung diberikan ke pegawai negeri atau penyelenggara negara, sehingga diberikan kewajiban melaporkan ke KPK dalam waktu 30 hari kerja," imbuhnya.
KPK kembali mengingatkan agar penyelenggara negara yang menerima parsel maupun gratifikasi lainnya untuk dapat segera melaporkannya. Hal ini bertujuan untuk menghindar dari pidana penjara minimal empat tahun maksimal 20 tahun atau seumur hidup akibat tidak melaporkan gratifikasi yang diterima.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
