
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan tiga maklumat kepada kader menyikapi kasus penyerangan kantor Radar Bogor.
JawaPos.com - Kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggeruduk kantor Radar Bogor beberapa waktu lalu. Mereka tidak segan-segan berbuat anarkistis di kantor tersebut. Bahkan sampai melakukan pengrusakan.
Penyerangan simpatisan dan kader partai yang dimotori Megawati Soekarnoputri ini lantas mendapatkan respons negatif dari berbagai pihak. Banyak pihak menilai cara mereka adalah bentuk arogansi.
Atas hal tersebut, Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP, Prananda Prabowo menyampaikan, tiga amanat yang diberikan sang ibu, Megawati Soekarnoputri, kepada seluruh kader dan simpatisan.
"Pertama, tidak reaksioner. Tenang saja," ujar Prananda dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (2/6).
Kedua Prananda mengatakan, Megawati memerintahkan kepada kader dan simpatisan untuk mendukung terwujudnya media massa sebagai salah satu pilar demokrasi. Oleh karena itu hubungan baik dan silaturahmi dengan media massa harus dikedepankan.
"Jika ada pemberitaan yang dianggap kurang tepat maka kewajiban bagi seluruh kader adalah menyampaikan kepada media argumentasinya yang berbasis pada data dan fakta, melalui cara yang diatur dalam UU yang berlaku," katanya.
Ketiga, dikatakan Prananda, Ketua Umum PDIP tersebut meminta para kader dan simpatisan memegang teguh ajaran Bung Karno. Ajaran itu yakni selalu memilih jalan musyawarah untuk mufakat dalam setiap penyelesaian persoalan.
"Jadilah banteng penjaga persatuan dan kesatuan," pungkasnya.
Sekadar informasi, ratusan kader dan simpatisan PDIP mendatangi kantor media Radar Bogor di Jalan KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Rabu (30/5). Massa marah dan memukul staf kantor yang bertugas.
Kader dan simpatisan marah, mereka pun mlakukan pengrusakan karena pemberitaan yang diterbitkan Radar Bogor dengan judul "Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta".

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
