
Setya Novanto saat duduk di kursi pesakitan dalam sidang perkara kasus dugaan korupsi e-KTP yang melilitnya, di PN Tipikor Jakarta
JawaPos.com - Terpidana kasus korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto memohon kepada lembaga antirasuah agar mengizinkan dirinya untuk bisa membayar uang pengganti senilai USD 7,3 Juta dengan cara dicicil. Ihwal adanya informasi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah.
“Uang pengganti SN belum lunas pada saat ini. Namun, yang bersangkutan telah menyatakan kesanggupannya membayar dengan cara mencicil,” ungkapnya pada awak media, Kamis (24/5).
Menanggapi adanya permintaan tersebut, kata Febri, lembaga antirasuah tengah membahas terkait teknis yang akan digunakan untuk membayar uang pengganti.
Namun yang pasti, adanya pengembalian aset melalui pidana tambahan dengan uang pengganti dapat dilakukan dengan maksimal.
“Kami sedang bahas hal ini, teknisnya bagaimana. Tapi pada prinsipnya, upaya asset recovery melalui uang pengganti akan dilakukan semaksimal mungkin," tuturnya.
Sekadar informasi, mantan Ketua DPR RI ini sudah berstatus sebagai terpidana usai kasusnya berkekuatan hukum tetap (inkracht). Saat ini, dia sedang menjalani masa tahanannya di Lapas Sukamiskin. Pada saat itu, hakim memvonis dirinya dengan hukuman 15 tahun penjara.
Bukan hanya itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp 500 juta dan subsider tiga bulan penjara. Sebagai hukuman tambahan, mantan Ketua Fraksi Golkar itu juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar USD 7,3 juta dikurangi uang yang sudah dikembalikan sebesar Rp5 miliar.
Bahkan, nantinya usai bebas dari jeruji besi, suami dari Deisti ini juga tak bisa langsung berkecimpung di dunia politik yang telah membesarkan namanya. Dia perlu menunggu selama lima tahun untuk kembali ke dunia politik sebab hakim juga mencabut hak politiknya sebagai hukuman tambahan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
