
Fredrich Yunadi usai menjalani sidang perdana kasus yang melilitnya di ruang sidang PN. Tipikor Jakarta Kamis (8/2)
JawaPos.com - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sempat ingin membuat mantan Ketua DPR Setya Novanto menjadi gila saat menjalani persidangan perkara korupsi proyek e-KTP, dengan cara mengirimkan hantu gunung.
Skenario tersebut dibicarakan mantan kuasa hukum Setnov, Fredrich Yunadi dengan seorang bernama Viktor melalui sambungan telepon, pada 18 Desember 2017 lalu.
Percakapan antara Fredrich dan Viktor diputar jaksa KPK dalam sidang lanjutan terdakwa merintangi penyidikan korupsi e-KTP, dokter Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (27/4).
"Pak Setnov. Ya itu kan dianggap orang bermain-main, berpura-pura itu. Kalau mau ada teman saya dia jago, dia jadi kalau sidang dibikin gila. Dokter periksa dia gila. nanti itu dia gila, bisa dia. (Ada) di Bangka nih," kata seorang bernama Viktor kepada Fredrich dalam percakapan yang didengarkan di ruang sidang.
Dari percakapan tersebut, Fredrich tampak menanggapinya. Namun, terdengar Viktor yang lebih mendominasi pembicaraan. Viktor kemudian melanjutkan tawarannya itu.
"Nah, kemarin saya bilang, kamu yakin, yakin saya kirim hantu gunung, nanti pas diperiksa gila. Saya kasihan juga orang sudah kaya gitu, terlepas dia salah, tapi kan jangan perlakukan orang udah kaya ini," tutur Viktor kepada Fredrich.
"Iya seperti binatang itu kan," timpal Fredrich.
"Saya kemanusiaan aja lah saya lihat. Istri saya juga marah-marah, enggak lah saya kasihan, kita manusiawi. Saya lagi cari bagaimana ke dia, kalau dia mau, kita buktiin," lanjut pembicaraan Viktor dengan Fredrich.
"Haha. Kita bicarakan," jawab Fredrich menimpali.
Masih dalam percakapan yang sama, Viktor mengaku sempat menghubungi istri Firman Wijaya, salah satu kuasa hukum Novanto, untuk menawarkan rencananya mengirimkan hantu gunung. Namun, Fredrich menyebut Firman tak dekat dengan keluarga Novanto.
"Dia enggak dekat. Firman kan pura-pura jadi anak buahnya Maqdir," kata Fredrich dalam percakapan dengan Viktor.
Kemudian, Viktor menanyakan alasan Fredrich mundur menjadi kuasa hukum Novanto. Fredrich menuturkan dirinya mundur karena tak suka dengan Maqdir Ismail, yang bergabung menjadi kuasa hukum Novanto menjelang sidang perdana pada 13 Desember 2017.
"Saya enggak suka sama Maqdir," tutur Fredrich menjawab pertanyaan Viktor.
Kemudian Viktor kembali membicarakan rencana membuat Novanto gila setiap kali mengikuti persidangan perkara korupsi e-KTP.
"Ini kalau masuk, di sidang kita kerjain dia (Setya Novanto). Jadi bisa sembuh lagi, ya sembuh. Setiap sidang kita bikin dia (Setya Novanto) gila, nanti diperiksa dokter pun dia jadi gila," kata Viktor kepada Fredrich.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
