
Abu Bakar Ba
JawaPos.com - Pengajuan permohonan pemindahan status dari tahanan lembaga pemasyarakatan (lapas) ke tahanan rumah Abu Bakar Ba'asyir sempat tidak mendapat respons dari pemerintah era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kini upaya itu kembali diajukan keluarganya untuk yang kedua kali.
Guntur Fattahillah, kuasa hukum Ba'asyir, mengatakan bahwa permohonan pertama sudah diajukan keluarga lima tahun lalu. Saat masih di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Kala itu permohonan disampaikan kepada menteri hukum dan hak asasi manusia (Menkum HAM) serta menteri koordinator politik hukum dan keamanan (Menko Polhukam). "Tapi, tidak ada balasan," ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos kemarin (3/3).
Guntur melanjutkan, sebetulnya pihaknya tidak perlu mengajukan permohonan lagi. Hanya, jika Jokowi menilai perlu, pihaknya siap untuk memenuhinya. "Kalau memang beliau kiranya membuka pintu demikian, insya Allah siap bikin baru," imbuhnya.
Guntur berharap kali ini pemerintah bisa benar-benar merealisasikannya. Pasalnya, sudah sejak lama keluarga ingin ikut merawat Ba'asyir. Terlibih, dari segi usia sudah sangat sepuh, yakni 79 tahun. Di sisi lain, kata dia, Ba'asyir juga bersedia menjalani tahanan rumah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
