Rabu, 20 Sep 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Dua Hal Ini bikin Pemerintah Beri Remisi ke Ba'asyir

| editor : 

Abu Bakar Ba'asyir

Abu Bakar Ba'asyir (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi 3 bulan kurungan penjara kepada Abu Bakar Ba'asyir.

Menkumham Yasonna H Laoly mengatakan alasan pihaknya memberikan remisi kepada Ba'asyir, salah satunya yang bersangkutan telah menjadi justice collaborator saat di persidangan kasus terorisme.

"Kemudian Ba'asyir juga sudah tua yaa," ujar Yasonna saat dikonfirmasi, Kamis (17/8).

Saat ini, pihak Ditjen Pemasyarakatan terus memberikan perawatan intensif kepada
terpidana kasus terorisme itu.

Mengingat kondisi Ba'asyir sudah tua dan seringkali jatuh sakit saat berada di Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat.

"Selalu ada pendampingan untuk menemaninya," katanya.

Sebelumnya, Kepala Humas Kemenkumham, Fitriadi Agung Prabowo mengatakan sebanyak 35 narapidana dengan kasus teror‎orisme mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan.

Fitriadi menambahkan,‎ dari 35 narapidana kasus terorisme, salah satunya adalah Ba'asyir. Lima di antaranya mendapatkan remisi bebas dari Kemenkumham.

Mereka adalah Agus Abullah, Mohamad Thorik, Sukardi, Oman Rochman dan Ansar Apriadi.

Sekadar informasi, pada 16 Juni 2016 Abu Bakar Ba'asyir (73) divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan.

Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah itu, terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Herry Swantoro mengatakan, Ba'asyir dinyatakan terbukti terlibat dalam
pendanaan kegiatan terorisme, yakni pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar.

‎Dalam hal ini Ba'syir melanggar Pasal 15 jo Pasal 11 UU 15y/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

(cr2/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP