
Bupati Ngada yang juga cagub NTT Marianus Sae kini sudah mendekam di kantor KPK untuk diperikasa lebih lanjut.
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini sasarannya adalah Bupati Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial MS, pada Minggu petang (11/2). Selain kepala daerah, KPK juga menangkap satu orang Kepala dinas.
Mengutip data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/, diketahui, Bupati NTT berinisial MS tersebut terungkap memiliki kekayaan sebesar Rp 33.776.400.000 miliar.
Jumlah ini merupakan akumulasi seluruh harta benda yang dilaporkan MS pada 10 Juli 2015. Sedangkan pada 8 Maret 2010 MS memiliki harta sebesar Rp 11.238.040.000. Dari laporan LHKPN terbarunya ini, harta MS meningkat sebesar Rp 22 miliar lebih, terhitung dalam kurun waktu 5 tahun.
Dari data tersebut, dia memiliki harta tidak bergerak dan bangunan sebesar Rp 5,3 miliar yang teridir dari tanah kosong dan bangunan rumah.
Sementara untuk harta bergerak, MS memiliki lima Unit. Ada motor merk Honda, Mitsubisi, Ford, hingga Toyota Fortuner, merk Mitsubisi Colt dan suzuki senilai Rp 935 juta.
Bahkan, dia juga memiliki dua buah lahan perternakan, satu buah lahan perkebunan dana dua buah lahan perhutanan senilai Rp 15,6 miliar lebih.
Sementara untuk harta lainnya surat berharga senilai Rp 10,5 miliar. Untuk harta lain seperti giro sebesar Rp 60 juta. Namun, Nyono memiliki piutang sebesar Rp 1,2 miliar.
Sebelumnya, Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan OTT. Dalam operasi senyap yang dilakukan di NTT, tim berhasil mengamankan seorang kepala daerah. "Ada OTT kepala daerah di NTT," terang sumber internal kepada JawaPos.com, Minggu( 11/2).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepala daerah yang ditangkap oleh tim lembaga antirasuah adalah Bupati Ngada, Provinsi NTT berinisial MS.
MS ditangkap beberapa pihak lain karena diduga tengah melakukan transaksi suap menyuap. "Sudah di dalam kepala daerah dan satu orang lagi," imbuh sumber tersebut.
Selain MS, KPK juga mengamankan beberapa kepala dinas Kabupaten Ngada. Usai diamankan, para pihak tersebut tengah dilakukan pemeriksaan intensif sebelum dibawa ke kantor KPK Jakarta. Mereka diperiksa tim penyelidik dan penyidik KPK di Polres Ngada.
Menanggapi adanya informasi penangkapan terhadap kepala daerah, juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkannya.
"Memang ada kegiatan tim di lapangan. Ada kepala daerah dari NTT yang diamankan. Sedang dibawa ke kantor KPK," terang Febri ketika dikonfirmasi JawaPos.com. Namun, Febri belum bisa menjelaskan secara detail, sebab tim masih di lapangan.
Marianus Sae saat ini sudah berada di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat tiba, ia terlihat mengenakan kemeja warna putih dan celana panjang warna hitam. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait kasus yang menjerat Marianus.
Untuk diketahui, Marianus adalah Calon Gubernur NTT yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk berpasangan dengan Emilia J Nomleni.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
