
Anas Urbaningrum
JawaPos.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum bereaksi terkait kasus proyek pengadaan e-KTP, yang beberapa waktu lalu sempat heboh dan menyeret namanya.
Kehebohan itu diketahui, karena nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut terseret, dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun ini.
Anas Urbaningrum dalam akun Twitter resmi miliknya @anasurbaningrum, mengungkapkan tidak habis pikir kenapa bisa dirinya difintah untuk menyudutkan SBY dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
"Awalnya saya geli dengar cerita ada tuduhan pertemuan di Sukamiskin untuk merancang fitnah kepada Pak SBY dan Mas Ibas," cuit Anas dalam akun Twitter resmi miliknya, Sabtu (10/2).
Anas harus mengungkapkan, karena tuduhan kepada dirinya beredar luas. Pria kelahiran Blitar, Jawa Timur ini perlu meluruskan, karena menurutnya bisa menyesatkan.
"Jelas bahwa tidak pernah ada pertemuan di Sukamiskin yang dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, Mirwan Amir dan Saan Mustopa," katanya.
"Terpikir untuk bikin pertemuan saja tidak pernah, tidak ada hujan kok tiba-tiba ada banjir hoax," tambahnya.
Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat itu juga mengaku tidak tahu kenapa dirinya diserang oleh kabar hoax tersebut. Dia pun kecewa berat adanya tuduhan kepada dirinya, Saan Mustopa dan Mirwan Amir.
"Itu cerita hoax yang berasal dari surat hoax yang entah dibikin oleh siapa. Tetapi jelas disebarkan oleh siapa saja," ungkapnya.
Sebenarnya menurut Anas, sangat mudah untuk membuktikan ada atau tidak pertemuan dengan dua rekannya tersebut di Lapas Sukamiskin. Cukup hanya pemeriksaan lewat CCTV, buku tamu dan banyak warga yang bisa ditanya.
"Hoax kok dipercaya dan disebarkan. Lalu kemana kampanye anti hoax dan fitnah yang belum lama dideklarasikan?," tuturnya.
"Hoax juga disebarkan hampir bersamaan dengan narasi jihad untuk keadilan. Ada kontradiksi yang nyata di antara keduanya," tambahnya.
Oleh sebab itu, pria yang memiliki hobi bulu tangkis ini berpesan, citra, kekuasaan, ketenaran dan kekayaan boleh dicapai. Tapi caranya tidak mesti dengan menista orang lain dengan hoax dan tuduhan konspirasi fitnah.
"Keadilan mesti diperjuangan dengan cara-cara yang sejalan dengan makna keadilan sendiri," pungkasnya.
Sebelumnya, nama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul dipersidangan kasus proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Dia disebut-sebut memerintahkan agar proyek tersebut tetap berjalan.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
