
KONTRAS: Tampilan situs Kejari Surabaya yang sudah normal usai diretas
JawaPos.com - Peretasan situs kejari-surabaya.go.id pada Kamis pagi (16/11), diduga bermotif iseng. Hacker yang meretas situs itu tidak punya motif lebih, selain pengakuan diri. Hal tersebut disampaikan pakar IT Nathan Gusti Ryan.
"Hacker cuma sebatas ingin show off (pamer) saja. Tidak ada kaitannya antara pesan yang dia tulis dengan peretasan itu sendiri,'' jelas pria yang memiliki nama asli Mohamad Imam Sobari tersebut kepada JawaPos.com.
Nathan memaparkan, hacker tersebut melakukan full deface. Artinya dia mengubah tampilan halaman utama secara total. Dia menggantinya dengan tampilan baru.
Pria kelahiran Jember itu memastikan bahwa pola peretasan tersebut bukan dilakukan oleh white hacker (peretas baik). White hacker tidak melakukan full deface, melainkan sekadar me-marking atau memberikan tanda bahwa suatu website terdapat celah keamanan yang bisa ditembus.
''Kalau yang meretas white hacker biasanya sebagai proof of concept (POC) alias menunjukkan adanya celah tersebut,'' kata Nathan.
Founder komunitas underground Gerandong Team White Hacker tersebut menerangkan, tidak ada sistem keamanan website yang sempurna. Selalu ada celah sekecil apa pun yang bisa ditembus oleh hacker. Nah, white hacker biasanya mengingatkan hal itu. Agar pengelola website rutin melakukan pengecekan keamanan serta berbagai langkah antisipasi serangan black hacker.
Nathan pun sudah melakukan pengecekan kemungkinan siapa sosok hacker yang melakukan peretasan situs Kejari Surabaya tersebut. Di laman yang diretas tersebut tertulis "HACKED BY ./VOTR Ft DX666".
''Itu identitas pelakunya. Sebetulnya bisa dilacak dengan mudah. Nama-nama yang ditulis di target hacker tersebut adalah nama-nama yang saling mengenal satu sama lain,'' bebernya.
Secara khusus, Nathan memberikan perhatian terhadap sekuritas situs Kejari. Berdasarkan pengamatannya selama ini, situ-situs milik Kejaksaan memang punya tingkat keamanan yang rendah. Maka jangan kaget, kalau hacker bisa berbuat iseng. ''Sejak tujuh tahun lalu saya ingatkan. Tidak hanya di Surabaya saja, tapi seluruh Indonesia,'' warning Nathan.
Seperti diberitakan, situs Kejari Surabaya diretas Kamis pagi. Hacker yang mengatasnamakan cyber merah putih menuliskan pesan berisi kritikan terhadap akhlak generasi penerus bangsa.
"Setelah di lihat akhir-akhir ini sudah banyak generasi bangsa yang akhlaknya ga baik, seperti merokok, seks bebas, dan hal negatif lainnya. Apakah itu yang disebut dengan generasi penerus bangsa? Gimana mau jadi generasi penerus bangsa kalo akhlaknya kaya gitu, jadi kami ingin membuat sesuatu yang bisa membuat generasi penerus bangsa akhlaknya menjadi lebih baik lagi, KAMI INGIN GENERASI PENERUS BANGSA MENJADI SESUATU YANG BISA MENGHARUMKAN NAMA INDONESIA MENJADI LEBIH BAIK DI MATA DUNIA, BUKANNYA MENJADI LEBIH BURUK :)" tulis hacker tersebut.
Kasiintel Kejari Surabaya I Ketut Kasna Dedi mengatakan bahwa pihaknya sudah memberi perhatian pada peretasan tersebut. Ke depan, Kejari Surabaya akan lebih memperhatikan keamanan websitenya. ''Ini sudah berhasil kami pulihkan,'' kata Ketut. Berdasar pantauan JawaPos.com, sekitar pukul 11.30 WIB, tampilan situs tersebut memang sudah kembali normal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
