
Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif
JawaPos.com - Pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terkait penetapan tersangka Ketua DPR Setya Novanto, langsung dibantah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Fahri mengatakan, penetapan tersangka Novanto oleh KPK kabarnya merupakan 'pesanan'.
"Enggak ada, lah," ujar Laode di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (13/11). Apalagi, 'pesanan' tersebut datang dari seorang presiden. Menurutnya, tidak mungkin seorang presiden menitipkan atau meminta seseorang untuk dijadikan tersangka.
"Masa presiden menitipkan ke KPK, tidak ada, tidak ada seperti itu," pungkas Laode.
Dikatakan Fahri sebelumnya, ada pihak-pihak yang memaksakan supaya Novanto dijadikan tersangka. "Dan itu yang saya denger 'enggak bisa, Novanto harus masuk' gitu ngomongnya. Dia keliling ke mana-mana," ujar Fahri enggan menyebutkan oknum yang dimaksud saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/11).
Bahkan kata dia, ada yang mengatakan bahwa 'pesanan' itu datang langsung dari Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla. "Malah ada yang ngomong ke Novanto ini permintaan Presiden, permintaan Wakil Ppresiden, ada yang ngomong gitu ke Novanto," ungkap dia.
Fahri menuturkan, adapun informasi tersebut didapatkannya langsung dari Novanto. "Iya dia cerita ke saya, mungkin dia enggak mau cerita ke orang lain," ucapnya seraya tertawa.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah menetapkan kembali Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP.
Adapun keputusan itu diambil secara kolektif kolegial dari seluruh pimpinan komisi antirasuah yang disampaikan langsung Saut Situmorang di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat sore (10/11).
"KPK menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) 31 Oktober atas nama Setya Novanto, anggota DPR RI," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
