
Ketua KPK Agus Rahardjo saat bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarief
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Mantan Deputi bidang sistem, prosedur, dan kepatuhan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Jusak Kazan.
Jusak rencananya diperiksa untuk kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia untuk Sjamsul Nursalim, pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan diagendakan hari ini (25/10). "Yang bersangkutan (Jusak) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAT (Syafruddin Arsjad Temenggung)," ucap dia, Rabu (25/10).
Dia menambahkan, dalam perkara ini sudah ada puluhan saksi diperiksa penyidik KPK untuk mantan Kepala BPPN tersebut. Dari para saksi tersebut, lanjut Febri, KPK terus mendalami terkait dengan proses penerbitan SKL.
Penerbitan SKL ini menurut KPK diduga tidak tepat karena seharusnya penerbitan SKL dilakukan jika kewajiban dari obligor sudah selesai.
Febri menambahkan, tersangka Syafruddin telah diperiksa satu kali pada (5/9) lalu. Saat itu penyidik baru menggali informasi tentang pengangkatan, tugas, dan fungsi tersangka sebagai sekretaris KKSK dan Ketua BPPN.
Sedianya Syafruddin dijadwalkan pemeriksaannya oleh penyidik KPK pada Kamis (12/10) lalu. Namun, Syafruddin tidak memenuhi panggilan KPK sehingga penyidik akan menjadwal ulang kembali pemeriksaan. "Pada pemeriksaan selanjutnya direncanakan baru akan masuk materi utama," ujar Febri.
KPK sebelumnya menetapkan Syafruddin sebagai tersangka dalam kasus BLBI pada April 2017 lalu. Kasus ini telah melalui proses penyelidikan di KPK sejak 2014 lalu.
Terkait perananan Syafruddin dalam kasus ini, Ketua BPPN sejak April 2002 itu disebut menyampaikan usulan kepada Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) pada Mei 2002. Isi usulan tersebut, yakni agar KKSK menyetujui terkait perubahan proses litigasi Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) menjadi restrukturisasi atas kewajiban penyerahan aset oleh BDNI kepada BPPN sebesar Rp4,8 triliun.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
