Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juli 2017 | 22.46 WIB

Muncul Dalam Sebuah Video, Novel Baswedan Kirim Pesan Penting

Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan dilarikan ke Rumah Sakit Singapura untuk mejalani perawatan intensif. Novel menglami luka yang cukup serius di areal mata usai disiram air keras. - Image

Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan dilarikan ke Rumah Sakit Singapura untuk mejalani perawatan intensif. Novel menglami luka yang cukup serius di areal mata usai disiram air keras.

JawaPos.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan muncul dalam sebuah video berdurasi 2,5 menit. Dengan menggunakan peci putih dan kaus hitam, Novel memberikan pesan khusus kepada pelaku penyiraman wajahnya.


‎Menurut Novel‎, orang yang menyerangnya akan sia-sia. Karena lembaga yang dikepalai oleh Agus Rahardjo tidak akan mengendurkan semangatnya dalam menangkap para koruptor di Indonesia.


"Begitu juga harapan dengan orang-orang yang telah berupaya untuk menyerang saya, untuk meredam, menghentikan langkah-langkah korupsi, saya ingin menunjukan bahwa harapan orang-orang itu akan sia-sia. Tidak ada gunanya dan saya tegaskan bahwa itu tidak akan bisa sebagaimana yang mereka harapkan," ujar Novel dalam potongan videonya, Selasa (25/7).


"Saya berharap dengan kejadian ini malah menambah semangat perkara korupsi terkait hal lain yang merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua," tambahnya.‎


Novel menegaskan, dirinya tidak akan pernah takut dengan segala macam ancaman yang ada. Pasca diserang, dia mengklaim semakin bersemangat dalam menyelesaikan kasus-kasus yang tengah ditaganinya.


‎"Saya ingin menyampaikan semangat kepada rekan-rekan semuanya bahwa saya dengan kejadian ini tidak akan mengendur atau semangat saya berkuang," tegasnya.


‎Novel menambahkan, para pelaku teror penyerangan dirinya juga harus tau bahwa pemberantasan korupsi di KPK tidak akan pernah berhenti, hanya karena adanya ancaman. Oleh sebab itu ancaman yang dilakukan oleh koruptor adalah sia-sia.


‎"Ini juga sebagai penyemangat untuk kita semua terutama anak muda, pemuda Indonesia yang dengan begini kita berharap ke depan semakin kuat, semakin perhatian dengan kepentingan negara dan bangsa dan kepentingan orang banyak," ungkapnya.


Selain itu Novel juga mengapresiasi orang-orang yang terus mendukungnya dan mendoakan dirinya sembuh.‎ "Menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua rekan-rekan yang telah mendoakan, yang telah memberikan perhatian dukungan tentunya," katanya.


Mengenai penglihatannya, Novel mengaku dalam waktu dekat mata bagian kiri akan dilakukan operasi. Sehingga dia bisa kembali lagi ke lembaga antirasuah.


"Mengenai mata saya sedang dalam proses penyembuhan terutama mata kiri yang prosesnya perlu waktu, dan ada operasi agar kembali normal," beber dia.


Sekadar informasi, ‎teror yang menimpa Novel Baswedan ini sudah terjadi selama tiga bulan lebih, tepatnya terjadi pada 11 April 2017. Saat itu, Novel diserang dua orang pria usai melakukan ibadah salat Subuh.


Saat ini Novel masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura untuk mengobati matanya yang disiram cairan kimia ‎itu.


Perkembangan terbaru, polisi mengklaim telah memiliki sketsa wajah para terduga pelaku penyiraman air keras itu, dan akan segera disebarluaskan ke masyarakat.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore