Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2017 | 17.46 WIB

Gudang Penimbunan Digerebek, Sita 1.161 Ton Beras Subsidi

Kementerian Pertanian, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di lokasi kejadian. - Image

Kementerian Pertanian, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di lokasi kejadian.

JawaPos.com - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri berhasil menggerebek sebuah gudang milik PT IBU berisi 1.161 ton beras subsidi pemerintah yang berlokasi di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Jumat dini hari (21/7). Langkah itu menunjukkan janji Satgas Polri untuk terus berkomitmen memberantas kejahatan pangan tak hanya menjelang Ramadan dan Lebaran.

Diduga gudang tersebut digunakan sebagai penampungan dan tempat pengemasan beras dari beras subsidi ke beras premium. Usai penggerebekan, Kementerian Pertanian, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) langsung meluncur ke lokasi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kinerja Satgas Pangan Polri yang bergerak cepat melakukan langkah-langkah pengamanan beras jutaan kilogram beras subsidi pemerintah.

“Kami sangat apresiasi kinerja jajaran Polri, khususnya Satgasi Pangan yang bekerja tepat sasaran, dan ini adalah sinergi yang sangat baik,” katanya di lokasi dalam keterangan tertulis Kementan, Jumat (21/7).

Menurut Amran, jenis beras yang digerebek tersebut rata-rata jenis IR 64 yang disubsidi oleh pemerintah. Modusnya, selanjutnya beras itu dipoles menjadi beras premium.

“Setelah kami melihat tadi data-data, dari sektor pertanian, jenis beras ini adalah beras IR 64 subsidi pemerintah, yang kemudian dipoles menjadi beras premium,” kata Amran.

Setelah berubah menjadi beras premium, lanjutnya, tentu harganya akan naik di pasaran. Semula harganya hanya Rp 6.000–Rp 7.000 per kilogram, kemudian dijual Rp 20.400 per kilogram.

"Berarti ada selisih sekitar Rp 14.000 per kilogram. Katakanlah selisihnya Rp 10.000 per kilogram dari harga semula, jika itu dikali 1 juta, berarti Rp 10 triliun selisihnya. Kalau itu yang terjadi, ini akan menekan konsumen dan membuat konsumen menjerit,” jelas Amran.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore