
ilustrasi dukun sedang memegang keris
JawaPos.com - Dukun pengobatan dan spesialis pembesar alat vital pria berinisial WN harus berurusan dengan polisi karena kebiasaannya sudah berlawanan dengan hukum.
Dukun berusia 45 tahun itu, tinggal di Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).
WN yang keseharianya berpraktik di rumah itu diduga telah melakukan pencabulan. Korbannya, yakni seorang nenek berinisial S, yang sudah berumur 85 tahun.
Kejadiannya di rumah tersangka, 24 Juni lalu. Sebelum melakukan pencabulan itu, korban yang merupakan warga Mesuji, sempat dicekoki narkoba jenis sabu-sabu.
Sebelum kejadian, tersangka yang diketahui pernah sekolah kesehatan itu menjemput korban di rumahnya.
Korban memang sempat mengeluh sakit asam uratnya. Dia mau berobat kepada tersangka.
Tiba di rumah tersangka, bukannya diobati, korban dipaksa menghirup asap sabu dari dalam botol yang sudah dipersiapkannya. Diduga, korban diajak tersangka nyabu.
Setelah itu, dalam kondisi setengah sadar, tersangka pun melancarkan tindakan asusilanya. Perbuatan itu dilakukan tersangka sambil menempelkan keris ke leher korban.
Puas dengan tindakan bejatnya, korban yang dalam kondisi di bawah pengaruh sabu-sabu disuruh pulang dengan berjalan kaki.
Usai menyadari kejadian yang dialaminya, korban lalu melapor ke Polsek Mesuji. Berbekal pengaduan itulah, jajaran Polsek dipimpin langsung Kapolsek AKP Darmanson SH menangkap tersangka.
Penangkapan berlangsung Jumat (30/6) malam, di rumah tersangka. Dalam penggeledahan, disita juga keris, alat isap sabu (bonk), pireks, dan korek api serta sabu dalam kantong plastik kecil.
“Tersangka akan dijerat pasal 289 KUHP tentang pencabulan,” ujar Darmanson seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) hari ini.
Saat ini, pihaknya masih memeriksa tersangka. Salah satunya untuk menggali motif tersangka mencabuli korban.
“Apalagi, korbannya nenek-nenek,” cetus Kapolsek. Informasinya, masih ada korban lain dan itu yang sedang diselidiki petugas.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami trauma fisik. Ada luka robek pada dubur korban.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
