
Pakar Komunikasi Politik, Emrus Sihombing
JawaPos.com - Pernyataan orator aksi menuntut pembebasan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Koman Liau dianggap memiliki makna yang sangat mendalam.
Menurut Pengamat Politik Emrus Sihombing, orasi yang disampaikan bisa mengandung makna bahwa dua rezim pemerintahan sekarang dan sebelumnya, masuk kategori parah dalam mengelola negara.
"Hanya yang berbeda, tingkat keparahan," ujar dia melalui pesan singkat, Jumat (12/5).
Sayangnya, lanjut Emrus, batasan parah dan ukuran tingkat keparahan belum jelas. Sehingga, pandangan tersebut menurutnya belum memiliki dasar akademik yang kuat.
"(Orasi Veronica) bisa multitafsir. Akibatnya, bisa berujung ke meja peradilan sebagai tuduhan yang tidak mengenakkan," ucap dia.
Untuk itu, Emrus menuturkan bahwa sejatinya Veronica wajib secara akademik mengemukakan data tersebut, sebagai dasar dari pandangan yang sudah dikemukakan di ruang publik.
Bila tidak disampaikan dalam waktu dekat, kredibilitas ororator dan pesan yang disampaikannya dapat dipertanyakan. Dengan demikian, persepsi publik terhadap Veronica menjadi tidak baik, seolah-olah membenarkan pemerintahan yang sekarang dan dua periode yang sebelumnya termasuk parah.
"Karena itu, menurut hemat saya, orator yang bersangkutan harus menjelaskan data sebagai dasar berfikir dari isi oratornya. Atau melakukan ralat di ruang publik. Dalam suatu diskusi publik, sangat wajar dilakukan ralat," pungkas Emrus.
Nama Veronica tengah menjadi perbincangan hangat. Saat menggelar aksi di depan Lapas Cipinang belum lama ini, dia melontarkan pernyataan kontroversial. Orasinya menyinggung pemerintah Jokowi dan menganggap lebih parah dari rezim SBY.
"Hati ini membela Ahok karena bahwa ini adalah keadilan yang diinjak-injak. Rezim Jokowi adalah rezim yang lebih parah dari rezim SBY," ucap dia ketika itu. (dna/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
