
Drama pembunuhan Kim Jong-nam
JawaPos.com - Siti Aisyah kini menjalani masa tahanan di Balai Polis Cyberjaya, Malaysia. Untuk kali pertama, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur bisa menemui Aisyah, Sabtu (25/2). Dalam pertemuan yang hanya berlangsung 30 menit itu, Siti menyampaikan semua tentang penyemprotan racun yang menyebabkan Kim Jong-nam tewas.
Menurut Kuasa Urusan Ad Interim (KUAI) KBRI Kuala Lumpur Andreano Erwin, Aisyah
mengaku tidak tahu apa yang dilakukannya merupakan bagian dari aksi pembunuhan.
Dia juga tidak tahu bahwa cairan seperti baby oil yang digunakannya adalah racun mematikan. "Dia hanya mengatakan bahwa seseorang menyuruhnya untuk melakukan itu," kata Andreano.
Aisyah melakukan itu untuk acara reality show di televisi dan dibayar RM 400 atau sekitar Rp 1,2 juta. Lantas, siapa yang menyuruh Aisyah melakukan aksi tersebut? Dia menyebut nama yang sangat umum.
"James dan Chang. Dia tidak tahu nama asli orang tersebut. Dia juga tidak tahu orang itu dari mana. Seperti Jepang atau Korea. Tidak pasti," ujarnya.
KBRI akan menunggu proses yang akan dilakukan kepolisian Malaysia dalam penyelidikan kasus tersebut. Nasib Aisyah baru bisa dipastikan setelah masa penahanannya habis pada 1 Maret.
"Pada tanggal terakhir itu, pihak kepolisian semestinya akan menyampaikan tuntutan atau membebaskan yang bersangkutan apabila bukti-bukti menyatakan sebaliknya," tuturnya.
Soal pasal yang akan dikenakan kepada Aisyah, Andreano menuturkan bahwa sejauh ini belum ada pembicaraan ke arah sana. Hal tersebut akan ditangani pengacara. "Saya rasa minggu depan kita mungkin bisa mengetahui charge apa yang akan dikenakan jika memang dia bersalah. Atau, sebaliknya, jika tidak bersalah, dia akan bebas," terangnya.
Untuk proses hukum, KBRI terus berkomunikasi dengan pengacara. Sekarang masih terlalu dini untuk memutuskan langkah hukum apa yang akan diambil. Setelah mendengarkan keterangan Aisyah di pertemuan pertama kemarin, KBRI akan berdiskusi dengan tim pengacara.
"Banyak hal yang harus kami diskusikan dengan pengacara. Yang pasti, kita ikuti proses hukum yang berjalan," kata Andreano. (and/c10/ca)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
