
Basuki Tjahaja Purnama saat menjalani persidangan.
JawaPos.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsy berpendapat bahwa aksi-aksi seperti 411 dan 212 merupakan imbas dari praktik penegakan hukum yang dipertontonkan di Indonesia. Contohnya tentu saja, penanganan hukum terhadap Basuki Tjahja Purnama dengan sejumlah ulama.
"Aksi-aksi yang selama ini terjadi sebenarnya bentuk kegalauan masyarakat terhadap persoalan keadilan di Indonesia. Berawal dari kasus penistaan Ahok yang seolah sulit sekali berjalan. Berbeda dengan kasus yang dialami oleh Permadi, Arswendo, Lia Eden ataupun berbagai kasus penistaan lainnya," ujar Aboebakar seperti dilansir RMOLJakarta, Rabu (22/2).
Kata anggota Komisi III DPR ini, kasus Ahok begitu unik. Sebab proses hukum kasus Ahok baru berjalan setelah ratusan ribu umat melakukan Aksi 411 dan dilanjutkan dengan Aksi 212.
Kasus semakin unik saat Ahok sudah ditetapkan sebagai terdakwa. Alih-alih ditahan layaknya mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Gubernur Banten Ratu Atut yang langsung ditahan, Ahok bahkan tidak dinonaktifkan dari jabatan sebagai gubernur.
"Hal ini tentunya menambah kuat persepsi publik adanya perlakukan istimewa yang diberikan," sambungnya.
Sementara dalam penanganan kasus hukum terhadap ulama seperti Rizieq Shihab, di mana tesisnya soal Pancasila, dipersoalkan begitu cepat. Padahal, menurutnya, banyak buku-buku yang berbau komunisme justru tidak ditindak.
Begitu juga dengan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia, Bachtiar Nasir. Menurutnya, kasus yang dialamatkan ke dia yakni dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari dana Aksi 212, juga kental dengan keanehan.
"Ini juga hal yang aneh, publik pun akhirnya membandingkan dengan aliran dana ke Teman Ahok yang kerap disebut di publik hingga Rp 30 miliar, kenapa tidak mendapatkan perlakukan serupa," kata dia.
Dengan perlakuan hukum seperti itu, Aboebakar menilai wajar kalau ada persepsi penegakan hukum terhadap Ahok sangat susah. Sementara terhadap ulama-ulama, tampaknya sangat mudah.
"Harus kita antisipasi hal ini, jangan sampai akhirnya masyarakat menyimpulkan, hukum tumpul ke Ahok dan tajam ke ulama. Kalau sampai ada kesimpulan seperti itu di hati masyarakat, bisa bahaya sekali," katanya. (ian/rmol/jpg)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
