
Ibu-ibu dari majelis taklim se-Banten menggelar demo menuntut KPK mengumumkan cagub Banten terduga korupsi di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/2).
JawaPos.com - Masyarakat Banten mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka yang datang dari Persatuan Majelis Taklim Ibu-Ibu Banten itu bermaksud memohon agar KPK segera mengumumkan calon gubernur Banten sebagai terduga korupsi.
Pimpinan Persatuan Majelis Taklim Banten Sariah menyatakan dirinya bersama para ustadzah dan para pemimpin majelis-majelis taklim ibu-ibu se-Banten merasa perlu turun dan mendatangi gedung KPK meminta para komisioner dan penyidik KPK untuk bertindak sesuai amanah yang diemban.
"KPK menyatakan ada calon gubernur yang diduga korupsi. Kami minta KPK transparan dan umumkan agar masyarakat tak resah dengan kabar tersebut," ujarnya saat berorasi di gedung baru KPK di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (7/1).
Koordinator Majelis Taklim Ibu-Ibu se-Banten yang menggelar Aksi di KPK, Ustdzah Mahillah menyatakan bahwa dampak yang ditimbulkan korupsi akan menyentuh berbagai segi kehidupan masyarakat. Korupsi, menurutnya, adalah masalah yang sangat serius karena dapat membahayakan pembangunan sosial ekonomi dan politik, serta dapat merusak moral bangsa.
Mahillah menambahkan, Banten yang menjadi salah satu sorotan masyarakat dalam hal korupsi, harus mulai dibersihkan dari berbagai tudingan, terutama dalam hal memilih calon pemimpin pada proses Pilkada sekarang ini. "Adanya Cagub Banten, Rano Karno yang diduga kuat terlibat dalam kasus suap Pilgub Banten 2011 dan telah mengalami proses persidangan berulang-ulang, harus segera dibuka ke publik dalam rangka memberi kejelasan kepada masyarakat, dan agar masyarakat tidak salah dalam memilih gubernur yang akan memimpin 5 tahun mendatang," jelasnya.
Mahillah juga mengungkap bahwa berdasarkan Keterangan Saksi Yayah Rodiah alias Yayah, di bawah Sumpah yakni pada persidangan berdasarkan putusan No: 16/Pid.SUS/TPK/2014/PN.Jkt.Pst, menerangkan di antaranya menyebut bahwa dalam pembukuan PT BPP saksi pernah menulis setoran Rp 7 Milyar terkait Pilkada Banten. Namun saksi tidak mengetahui rincian peruntukannya, dan dalam pembukuan tersebut saksi juga pernah menulis cek Rp 1,250 Milyar untuk keperluan dropping ke Rano Karno bahwa yang memerintahkan adalah Terdakwa Wawan (Tubagus Chaeri Wardana, red). "Keterangan Saksi Yayah ini merupakan fakta hukum yang bersesuaian sehingga menjadi alat bukti sempurna," ujarnya.
Dalam aksinya, Komunitas Majelis Taklim se-Banten tersebut memohon agar KPK segera mengumumkan status hukum Rano Karno sebelum pelaksanaan Pilgub Banten pada tanggal 15 Februari 2017. "Ini semata-mata agar supremasi hukum dapat ditegakkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku secara obyektif, jujur dan adil," ujar Mahillah.
Pihaknya juga memohon agar pimpinan KPK dalam menjalankan kinerja kepemimpinannya harus mampu menegakkan keadilan dan tidak diskriminasi terhadap kasus korupsi yang terjadi, serta tidak terpengaruh pada pertimbangan-pertimbangan politik menjelang Pilgub 2017 ini. Juga, tidak ikut berpolitik praktis dengan menunda mengungkap figur yang terindikasi korupsi.
"Pimpinan KPK harus mampu memahami suasana batin masyarakat Banten yang mendambakan pemimpin bersih dan anti korupsi yang dihasilkan pada proses Pilgub Banten 2017, jangan sampai yang terpilih adalah figur yang ternyata terlibat korupsi," pungkasnya. (fab/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
