Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Januari 2017 | 22.29 WIB

Imran Gusman Bantah Intervensi Bulog 

Mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman - Image

Mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman

JawaPos.com - Sidang kasus dugaan suap Bekas Ketua DPD RI Irman Gusman kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Dalam sidang, Irman membantah memengaruhi Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti agar menyalurkan gula impor ke wilayah Sumatra Barat.


"Saya tidak lakukan intervensi terhadap kewenangan Kabulog," kata Irman di hadapan majelis hakim, Rabu (25/1).


Diketahui, Bulog sekitar pertengahan 2016 menyalurkan gula impor sebanyak 1000 ton ke wilayah Sumatra Barat melalui CV Semesta Berjaya. CV Semesta Berjaya merupakan distributor gula di Sumbar milik suami-istri Xaveriandy Sutanto dan Memi.


Irman mengaku pada Juni 2016, Memi yang merupakan kawan lamanya menelepon dan melaporkan soal kelangkaan gula di Sumbar. Memi juga berkeluh kesah soal kasus penjualan gula tanpa SNI yang menjerat suaminya Tanto.


Selain itu, kata Irman, Memi juga menyampaikan telah mengajukan purchasing order (PO) 3000 ton gula kepada Bulog Divre Sumbar. Namun, pemesanan itu belum dipenuhi. Karena itu, Memi meminta tolong kepada Irman agar Bulog bisa menyalurkan gula impor ke wilayahnya.


"Dia sampaikan tolong Sumatra Barat supaya gula impor bisa dialokasikan ke Sumatra Barat. Karena sampai 30 Juni (PO) belum ada respon," ujar Irman.


Menurut Irman, dengan niat membantu Sumatra Barat sebagai konstituennya untuk mendapat pasokan gula, dia pun mengamini permintaan Memi. Keesokan harinya Irman langsung menghubungi Djarot Kusumayakti dan meminta agar Bulog bisa menyalurkan gula ke Sumbar. 


"Pak Djarot tanya kalau ke Sumbar siapa mitranya. Saya bilang saya kenal yang bisa bantu Bulog untuk lakukan operasi pasar. Kemudian dia minta nomornya Bu Memi, saya kasih," papar Irman.


Diketahui usai mendapatkan telepon dari Irman, Djarot memerintahkan Kadivre Bulog Sumbar Benhur Ngkaimi untuk menyalurkan 1000 ton gula ke CV Semesta Berjaya.


Namun, Irman mengklaim penyaluran gula itu bukan hasil intervensinya kepada Djarot, melainkan mekanisme Bulog yang dilakukan terhadap mitra distribusi gula. Sehingga CV Semesta Berjaya mendapatkan 1000 ton gula.


"Saya tidak lakukan intervensi soal 3000 ton ke Sumbar. Tidak ada. Bulog cek and re-check lah punya mekanisme soal kelayakan perusahaan dan lain-lain," pungkasnya. 


Irman Gusman didakwa menerima suap sebesar Rp 100 juta dari Sutanto dan Memi. Uang diberikan karena Irman telah membantu pengurusan distribusi kuota gula impor di wilayah Sumbar. Dan memperdagangkan pengaruhnya sebagai ketua DPD RI kepada Dirut Bulog Djarot Kusumayakti. (Put/jpg)


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore