
Ilustrasi
JawaPos.com - Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Muhammad Santoso mengakui ada komunikasi dengan dua hakim, yakni Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya. Dua hakim tersebut diketahui tengah menangani perkara perdata PT Mitra Maju Sukses dan PT Kapuas Tunggal Persada di PN Jakpus.
Ini diakui kuasa hukum Santoso, Halim Dermawan usai sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/11).
"Kalau komunikasi sebatas menanyakan perkara kan boleh-boleh saja," kata Halim kepada wartawan.
Halim mengklaim komunikasi yang terjalin antara kliennya dan dua hakim tersebut sebatas pembicaraan mengenai pekerjaan.
"Komunikasi hanya soal jadwal sidang, kekurangan pemberkasan, itu hal-hal yang biasa. Enggak ada yang enggak biasa," ujar Halim.
Meski demikian, Halim enggan menjawab soal dugaan komunikasi antara Santoso dan Casmaya terkait pemberian uang dari pengacara PT Kapuas Tunggal Persada, Raoul Adhitya Wiranatakusumah.
Padahal, Jaksa KPK menduga Casmaya menanyakan soal uang itu kepada Santoso usai majelis hakim memutus perkara PT MMS melawan PT KTP.
"Wah kita enggak bisa jawab, nanti. Sementara waktu yuk nanti kita sama-sama lihat seperti apa fakta-fakta hukumnya," pungkasnya.
Sebelumnya, JPU KPK mendakwa Santoso bersama-sama Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya menerima uang sebesar SGD 28 ribu dari Raoul Adhitya Wiranatakusumah selaku pengacara PT KTP. Uang itu diberikan agar majelis hakim yang diketuai Partahi menolak gugatan PT MMS dan memenangkan PT KTP sebagai pihak tergugat.
Atas dakwaan itu, Santoso tidak mengajukan eksepsi. Sidang dilanjutkan pada 21 November 2016. (Put/jpg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
