
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan pers penembakan tiga bandar narkoba di Mapolda Sumsel, Minggu (29/4)
JawaPos.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel bekerja sama dengan Polresta Palembang berkomitmen memberantas narkoba di wilayah Sumsel terutama di Kota Palembang. Hal ini terbukti dengan ditembak matinya tiga bandar narkoba asal Sulawesi Tenggara (Sulteng) karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu sebanyak 5,1 kilogram.
Ketiga bandar tersebut yakni Michael, 30, Erwin, 26, dan Jonly, 27.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara mengatakan pengungkapan kasus narkoba tersebut berawal pada Sabtu (28/4), dimana tersangka Nurdiansyah, 27, bersama dua rekannya yakni Erwin dan Jonly akan terbang ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat.
Pada saat melewati X-Ray, ditemukan barang yang mencurigakan sehingga pihak bandara langsung mengamankan Nurdiansyah. Sedangkan dua rekan lainnya sempat kabur.
"Kemudian, setelah dicek memang benar bahwa yang dibawa tersangka yaitu narkoba jenis sabu," kata Kapolda saat memberikan keterangan pers di Kamar Mayar RS Bhayangkara, Minggu (29/4).
Kemudian, pihak bandara melaporkan ke Polsek terdekat dan dilakukan penyelidikan secara intensif dengan bantuan Ditresnarkoba Polda Sumsel sehingga tertangkaplah Jonly.
Setelah itu, pihak kepolisian mendapatkan info keberadaan Michael dan Erwin yang menuju ke arah Tanjung Api-Api (TAA) sehingga dilakukan pengejaran. Namun, Michael dan Erwin berusaha kabur dengan masuk ke dalam kebun, sedangkan tersangka Jonly berusaha merebut senjata dari polisi. Sehingga, ketiga tersangka harus dilumpuhkan.
"Saat akan dibawa ke rumah sakit, ketiga tersangka sudah dinyatakan meninggal dunia," terangnya.
Dari penangkapan keempat tersangka ini pihak Ditresnarkoba Polda Sumsel serta Polresta Palembang berhasil menyita barang bukti narkoba 5 kilogram yang dibungkus dalam wadah permen dan minuman. Selain itu, ditemukan juga alat pengepres di hotel tempat keempat tersangka menginap.
Ia mengakui, kelompok ini sama dengan kelompok jaringan narkoba Palembang-Surabaya karena menyelundupkan narkoba melalui pesawat. Namun, untuk tersangka kali ini berasal dari Sulawesi Tenggara (Sulteng).
"Kalau jaringan Palembang-Surabaya itu menyelundupkan dengan narkoba seperti stagen, sedangkan ini menyelundupkan dengan wadah seperti permen dan wadah minuman," ujarnya.
Dengan ditembak matinya tiga tersangka. Maka, pihaknya menyatakan perang terhadap narkoba. Karena, narkoba merusak generasi. "Ini bentuk keseriusan kami berantas narkoba. Jadi jangan coba-coba kami sikat betul," tutupnya.
Sementara itu, salah satu tersangka, Nurdiansyah mengaku narkoba yang diselundupkan tersebut akan dibawa ke Pekanbaru dan diberi upah untuk membawanya sebesar Rp 25 juta per kilogram.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui barang tersebut didapat dari mana karena ia hanya disuruh oleh Michael." Saya hanya disuruh Michael untuk membawa saja pak, saya tidak tahu narkoba ini dapat dari mana," katanya.
Ia juga mengaku bahwa ketiga tersangka yang ditembak mati merupakan rekannya satu daerah yakni Sulteng. Namun, dirinya sudah lama tidak bertemu karena merantau di Bali. Tapi, beberapa waktu lalu diajak untuk membawa barang ini dari Palembang. "Ini baru pertama kali pak saya lakukan, dan rencananya saya akan ke Banjarmasin," singkatnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
