Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Februari 2018 | 08.10 WIB

Polsek Depok Barat Tak Teruskan Kasus Tewasnya Mahasiswa AMIKOM Jogja

Foto terakhir mahasiswa AMIKOM Yogyakarta yang meninggal setelah ikut diksar di kampusnya. - Image

Foto terakhir mahasiswa AMIKOM Yogyakarta yang meninggal setelah ikut diksar di kampusnya.

JawaPos.com - Polsek Depok Barat, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak akan melanjutkan penyelidikan kasus meninggalnya mahasiswa AMIKOM Yogyakarta saat menjalani peristiwa pendidikan dasar (diksar) kegiatan Mapala dari kampus.


Hal itu dilakukan apabila, dengan catatan tak ada tindakan yang mengarah ke pidana dan pihak keluarga yang bersangkutan merelakannya.


"Yang jelas, kalau pihak keluarganya sudah rela dan tidak ada unsur pidananya, maka tidak akan diproses selanjutnya," kata Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Haryanto, saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (2/2) sore.


Terlebih dahulu, atas laporan yang diterimanya pada Jumat (2/2), pihaknya akan memanggil keluarga mahasiswa bersangkutan untuk dimintai keterangan. Selepas itu kemudian dari pihak kampus.


"Semua pihak yang terkait," ujarnya.


Penyebab dari kematian mahasiswa bernama Dwi Aprilianda, 18, yang menjadi peserta diksar pada Rabu (31/1) lalu itu, menurutnya masih pihak rumah sakit yang mengetahuinya.


Namun, dari informasi awal yang diterimanya, sejak pagi memang yang bersangkutan sudah terlihat lelah. "Kecapekan dari pagi itu, tapi yang tahu kan rumah sakit," tuturnya.


Sebelumnya, Aprilianda meninggal usai mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mayapala Junggle School yang digelar oleh pihak kampus pada Rabu (31/1) di Jembatan Babarsari, Depok, Sleman.


Pagi hari, ia berangkat diantarkan oleh ayahnya. Sorenya, ia dikabarkan telah meninggal dunia di rumah sakit Hermina.


Pihak keluarga pun, saat ditemui di rumahnya daerah Depok, Sleman, mengaku sudah ikhlas. Meski sebelumnya saat berangkat kegiatan itu, anak kedua dari ayah yang bernama Sabilan Riyanto, 61, terlihat ceria dan senang. Bahkan menurut Sabilan, Aprilianda tak mempunyai riwayat penyakit kronis.


"Kami sudah ikhlas dan tidak akan menuntut pihak kampus," ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore