
Foto terakhir mahasiswa AMIKOM Yogyakarta yang meninggal setelah ikut diksar di kampusnya.
JawaPos.com - Polsek Depok Barat, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak akan melanjutkan penyelidikan kasus meninggalnya mahasiswa AMIKOM Yogyakarta saat menjalani peristiwa pendidikan dasar (diksar) kegiatan Mapala dari kampus.
Hal itu dilakukan apabila, dengan catatan tak ada tindakan yang mengarah ke pidana dan pihak keluarga yang bersangkutan merelakannya.
"Yang jelas, kalau pihak keluarganya sudah rela dan tidak ada unsur pidananya, maka tidak akan diproses selanjutnya," kata Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Haryanto, saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (2/2) sore.
Terlebih dahulu, atas laporan yang diterimanya pada Jumat (2/2), pihaknya akan memanggil keluarga mahasiswa bersangkutan untuk dimintai keterangan. Selepas itu kemudian dari pihak kampus.
"Semua pihak yang terkait," ujarnya.
Penyebab dari kematian mahasiswa bernama Dwi Aprilianda, 18, yang menjadi peserta diksar pada Rabu (31/1) lalu itu, menurutnya masih pihak rumah sakit yang mengetahuinya.
Namun, dari informasi awal yang diterimanya, sejak pagi memang yang bersangkutan sudah terlihat lelah. "Kecapekan dari pagi itu, tapi yang tahu kan rumah sakit," tuturnya.
Sebelumnya, Aprilianda meninggal usai mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mayapala Junggle School yang digelar oleh pihak kampus pada Rabu (31/1) di Jembatan Babarsari, Depok, Sleman.
Pagi hari, ia berangkat diantarkan oleh ayahnya. Sorenya, ia dikabarkan telah meninggal dunia di rumah sakit Hermina.
Pihak keluarga pun, saat ditemui di rumahnya daerah Depok, Sleman, mengaku sudah ikhlas. Meski sebelumnya saat berangkat kegiatan itu, anak kedua dari ayah yang bernama Sabilan Riyanto, 61, terlihat ceria dan senang. Bahkan menurut Sabilan, Aprilianda tak mempunyai riwayat penyakit kronis.
"Kami sudah ikhlas dan tidak akan menuntut pihak kampus," ucapnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
