Salah satu kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
JawaPos.com - Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Jumat (17/10) tidak di Kabupaten Nabire, Papua Tengah tidak hanya menyasar warga sipil. Rombongan Kapolda Papua Tengah dan Dandim Nabire juga dijadikan sasaran oleh kelompok yang diduga bergerak di bawah komando Aibon Kogoya tersebut.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu yang turut serta dalam rombongan tersebut menjelaskan bahwa serangan KKB di wilayah hukum Nabire terjadi pada 17 Oktober sekitar pukul 11.00 WIT. Mulanya penembakan terjadi di lokasi yang disebut sebagai Kilometer 17-Kilometer 20.
”Ada beberapa korban dari masyarakat, itu ada sekitar 5 orang. Satu masyarakat terkena serpihan kaca dan keempat (lainnya) mengalami luka-luka akibat kelompok OPM itu,” kata dia pada Sabtu (18/10).
Akibat serangan itu, 1 dari 5 korban meninggal dunia. Karena itu, Polres Nabire bergabung dengan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz untuk memberikan penguatan. Langkah itu juga diambil agar evakuasi korban bisa segera dilakukan.
”Dan lanjut kami konsolidasi awak di Polsek Kilometer 32. Kemudian dilanjut dengan kedatangan bapak kapolda Papua Tengah beserta dengan pak dirintel, dirkrimum, dansat brimob, dan juga pak dandim Nabire,” jelasnya.
Setelah mendapat pengarahan dari kapolda, AKBP Samuel menyampaikan bahwa, pihaknya kembali bergerak untuk memeriksa lokasi penyerangan KKB di Kilometer 17-Kilometer 20. Namun, pergerakan itu kembali disasar oleh Aibob Kogoya dan anak buahnya. Rombongan ditembaki oleh kelompok bersenjata tersebut.
”Dimana dalam rombongan (ada) kami sendiri kapolres Nabire, kemudian bapak kapolda dan beberapa pejabat utama (Polda Papua Tengah) yang sudah disampaikan, termasuk pak dandim Nabire. Ketika disanggong itu, kena bagian mobil belakang,” terang dia.
Akibatnya, beberapa personel aparat keamanan yang turut serta dalam rombongan tersebut terluka. Termasuk diantaranya kasat narkoba Polres Nabire. Yang bersangkutan terkena serpihan peluru pada bagian pinggir kepala. Selain itu, 2 personel juga terkena serpihan peluru.
”Dan 2 kena luka tembak proyektil bersarang di bahu sebelah kiri,” terang Samuel.
Meski begitu, dia memastikan bahwa evakuasi warga sipil yang diserang kelompok tersebut bisa dilakukan sampai tuntas. Aparat keamanan yang menjadi korban saat KKB menyerang rombongan kapolda Papua Tengah juga sudah mendapatkan penanganan medis.
”Untuk situasi, kami sudah perkuat polsek dengan rekan rekan Brimob dan patroli juga dilakukan dari polsek sampai kota untuk mencegah kejadian kembali. Situasi pun kondusif dan beberapa kendaraan sudah bisa lalu-lalang,” bebernya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
