Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 23.58 WIB

Profil Nadiem Makarim, dari Pendiri Gojek, Mendikbudristek Era Jokowi hingga Tersangka Kejagung

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim . (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook lewat program digitalisasi pendidikan periode 2019-2022. Penetapan itu resmi diumumkan Korsps Adhyaksa, pada Kamis (4/9).

Penetapan tersangka itu setelah Nadiem menjalani tiga kali pemeriksaan oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung. Lewat pemeriksaan hari ini, Nadiem dijadikan sebagai tersangka oleh penyidik JAM Pidsus Kejagung.

Nadiem merupakan tersangka kelima, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook. Kejagung menduga, negara mengalami kerugian senilai Rp 1,98 triliun dari kasua tersebut.

Berikut profil Nadiem Makarim

Nadiem lahir di Singapura, 4 Juli 1984. Ia menempuh pendidikan menengah di Jakarta International School (JIS), lalu melanjutkan kuliah di Brown University, Amerika Serikat dengan jurusan International Relations. Ia juga sempat mengikuti program pertukaran di London School of Economics (LSE). Gelar MBA diperolehnya dari Harvard Business School.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Nadiem sempat berkarier di McKinsey & Company, kemudian menjadi Co-Founder Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer di Kartuku. 

Nadiem menikah dengan Franka Franklin, pengusaha fashion sekaligus aktivis sosial. Dari pernikahannya, pasangan ini dikaruniai anak.

Lantas, pada 2010, Nadiem meluncurkan Gojek yang awalnya hanya layanan pemesanan ojek lewat call center. Di tangannya, Gojek berkembang menjadi decacorn dengan ekosistem super app yang digunakan jutaan orang di Asia Tenggara.

Kariernya beralih ke dunia pemerintahan pada April 2021. Saat itu, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjuknya sebagai Mendikbudristek. Usianya baru 35 tahun, menjadikannya salah satu menteri termuda di kabinet. 

Sejumlah program besar lahir dari tangannya, di antaranya Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, hingga penghapusan Ujian Nasional yang diganti dengan Asesmen Nasional. Nadiem juga mendorong digitalisasi pendidikan melalui platform daring.

Kebijakannya menuai pro-kontra. Banyak yang menilai langkah Nadiem membawa terobosan, tetapi ada pula yang mengkritisi karena belum merata penerapannya.

Kini, Nadiem menjadi tersangka Kejagung. Nadiem akan menjalani penahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore