Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 01.12 WIB

Kisah Perjalanan Karir Noel yang Penuh Kontroversi dan Kejutan, dari Driver Ojol hingga jadi Wakil Menteri

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Karir Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel terbilang cukup melejit cepat. Sebelum menjadi wakil menteri, alumni Universitas Satya Negara Indonesia yang terletak di Jakarta Selatan ini sempat menjadi driver ojek online (ojol). 

Dia mengaku menjadikan surat nikahnya sebagai jaminan pendaftaran driver ojol saat itu. "Saya pernah menjadi driver ojol pada tahun 2016 dan anak saya pun jadi driver ojol," ungkapnya. 

Pada 2019, ia tiba-tiba muncul sebagai ketua kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan) saat pemilihan umum Presiden (pilpres). Setelah Jokowi menang, tak berselang lama, pada 2021, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Noel sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak usaha PT Pupuk Indonesia. 

Sayangnya, posisinya tak berlangsung lama. Hanya sekitar satu tahun. Ia dicopot pada Maret 2022 setelah menjadi saksi meringankan dalam sidang terorisme Munarman, mantan Sekretaris FPI.

Sepak terjang Noel pada Pilpres 2024 pun tak kalah kontroversial. Usai menyatakan dukungannya pada pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD lewat pembentukan relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania), di tengah jalan ia justru bubar barisan. Pada Februari 2023, Noel membubarkan GP Mania dan berbalik arah mendukung Prabowo Subianto. 

Prabowo akhirnya menang dan terpilih sebagai Presiden 2024–2029. Usai kemenangan ini, pria asal Riau ini diangkat menjadi Wamenaker

Selama 10 bulan menjabat sebagai pendamping Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, Noel pun kerap membuat pernyataan kontroversial. Misalnya, saat ditugasi menangani kasus PHK massal PT Sri Rejeki Isman (Sritex).

Ia sempat menyebut ada 'tangan setan' yang cawe-cawe dalam kasus tersebut. Oknum ini dikatakan olehnya menjadi dalang atau berkeinginan kuat untuk memberangus Sritex. 

Ia pun berjanji untuk memperjuangkan nasib para buruh Sritex agar tidak kehilangan pekerjaannya. "Saya lebih baik kehilangan jabatan saya daripada saya melihat saudara-saudara saya harus di-PHK," katanya. 

Tak berhenti sampai di sana, Noel kembali mengeluarkan pernyataan yang memunculkan perdebatan. Pada 17 Februari 2025, ia mengomentari soal tagar #KaburAjaDulu. Saat itu, dia mempersilahkan warga yang mau kabur aja dulu ke luar negeri dan meminta mereka tak perlu kembali. 

"Mau kabur, kabur aja lah. Kalau perlu jangan balik lagi," ungkapnya. 

Pernyataan ini sontak memicu berbagai reaksi negatif dari warganet. Banyak pihak yang menyayangkan tanggapan tersebut karena dinilai tidak punya empati. 

Terbaru, ia sempat berkomentar soal target 19 juta lapangan kerja yang dijanjikan Prabowo-Gibran saat kampanye pilpres dulu. Dia mengatakan, target ini dapat terealisasi jika situasi ekonomi global dalam kondisi yang baik.

Tapi sayangnya, saat ini justru sedang tidak stabil. Apalagi, usai adanya pengenaan tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

"Memang Pak Prabowo Tuhan bisa ngeliat ke depan? Ada yang tau Presiden Amerika sekarang Donald Trump? Kan enggak ada yang tahu. Semua kan gambling semua," paparnya saat ditanya soal target 19 juta lapangan pekerjaan di kantor Kemenaker, 14 Agustus 2025 lalu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore