
Pengacara Hotman Paris (tengah) bersama kaka Vina, Marlina (kedua kanan) saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/5/2024).
JawaPos.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea geram kasus dugaan pelecehan seksual ke empat anak di bawah umur oleh oknum pendeta di Kota Blitar tak kunjung naik ke penyidikan. Ia mengaku akan melaporkan kasus ini langsung ke Presiden Prabowo Subianto jika kasus ini tak kunjung berjalan.
Diketahui, kasus dugaan pelecehan ini dilakukan oleh oknum pendeta berinisial DKBH, 69, di Blitar, Jawa Timur. Ia diduga melakukan pencabulan kepada empat anak di bawah umur berinisial FTP, GTP, TTP dan NTP.
Keempat korban diketahui merupakan anak dari sopir terduga pelaku. Pelecehan diduga dilakukan sejak 2022 hingga 2024 secara berulang.
"Jadi, empat putrinya ini di bawah umur dilecehkan oleh oknum pendeta selama bertahun-tahun, sudah dua tahun lebih," ujar Hotman Paris saat menemui keluarga korban di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (4/7).
Hotman pun meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan seluruh jajaran Polda Jawa Timur segera ditindaklanjuti. Pasalnya, hingga kini kasus ini belum juga naik ke penyidikan.
"Kami menghimbau kepada Kapolda Jawa Timur dan Direktur Tindak Pidana Umum dan Subdit Renakta agar kasus yang dilimpahkan dari Bareskrim agar segera diproses sampai hari ini belum naik sidik," katanya.
Bahkan Hotman mengaku akan mengadukan kasus ini langsung ke Presiden Prabowo Subianto.
"Saya yakin klien saya 25 tahun Bapak Prabowo Subianto akan memperhatikan kasus ini dan saya akan laporkan ke istana nanti," katanya.
Orang tua korban berinisial T menjelaskan, peristiwa ini pertama kali ia ketahui saat anak pertamanya kabur dan enggan kembali ke rumah. Saat ditemui, sang anak mengaku telah dilecehkan oleh pendeta tersebut.
"Saat itu anak saya bilang "Papih tega, papih enggak peduli sama aku. Aku sudah rusak sama pendeta itu," ucapnya.
T pun langsung mengkonfrontir omongan sang anak kepada terduga pelaku. Saat itu pendeta DKBH pun mengakui perbuatannya.
"Dia mengakui perbuatannya khilaf dan dia bilang 'tidak seperti itu, itu kasih sayang, saya mandiin anak karena dia anak piatu' saya enggak terima, saya bilang saya memaafkan tapi saya minta ada rapat gereja," katanya.
"Dalam rapat tersebut, karena ketuanya dia, yang rapat dia, akhirnya dia menghukum diri dia sendiri dengan tidak kutbah selama tiga bulan," sambungnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
