
Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi. (Puspen TNI)
JawaPos.com - Mabes TNI membantah tudingan melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap Abral Wandikbo alias Almaroko Nirigi. Berdasar laporan resmi yang mereka terima, anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu melarikan diri dan loncat ke jurang.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa Abral Wandikbo diamankan dalam operasi penindakan yang dilaksanakan oleh TNI beberapa waktu lalu. Dari tangan anggota OPM tersebut turut diamankan 2 pucuk senjata api (senpi) rakitan dan beberapa catatan.
”Bukti bahwa Abral Wandikbo alias Almaroko Nirigi anggota kelompok OPM sangat jelas, terbukti dengan adanya foto yang bersangkutan sambil membawa senjata M-16 A2,” ungkap Kristomei.
Ketika ditanyai oleh prajurit TNI, Abral Wandikbo bersedia menunjukkan jalan menuju salah satu Honai yang berada Kampung Kwit. Dari keterangan Abral, terdapat dua pucuk senpi organik dalam Honai tersebut. Karena itu, Abral dibawa untuk menunjukkan jalan.
”Namun di tengah perjalanan (Abral Wandikbo) melarikan diri, kemudian Prajurit TNI mengeluarkan tembakan peringatan. Tetapi, yang bersangkutan tetap melarikan diri dan melompat ke arah jurang,” jelas dia.
Kristomei menyatakan bahwa prajurit TNI tidak mengejar Abral sampai ke dalam jurang. Mereka sadar terhadap risiko tinggi bagi keselamatan apabila mengejar Abral Wandikbo. Dia pun menegaskan bahwa TNI tidak pernah melakukan tindakan sebagaimana dituduhkan oleh OPM.
”Tudingan pelanggaran HAM seperti ini selalu dilakukan oleh OPM apabila ada anggotanya yang tertembak. Sebaliknya bila gerombolan OPM secara biadab membunuh masyarakat, maka masyarakat akan diklaim sebagai intel atau mata-mata TNI,” imbuhnya.
Jenderal bintang dua TNI AD itu pun heran lantaran jenazah Abral Wandikbo ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Telinga dan mulutnya terpotong dengan kondisi tangan terikat. Menurut Kristomei, para prajurit TNI tidak akan bertindak biadab seperti itu.
”Prajurit TNI tidak akan melakukan kebiadaban seperti itu, justru yang melakukan kebiadaban seperti itu adalah gerombolan OPM. Bisa jadi Abral dibunuh OPM sendiri karena Abral mau menunjukkan dimana Honai yang ada senjatanya,” kata dia.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
