
Ilustrasi narkoba jenis sabu cair.
JawaPos.com - Kepala KPU Tipe C Bea Cukai Soekarno-Hatta Gatot Sugeng Wibowo mengungkap adanya tren baru dalam penyelundupan narkotika ke Indonesia. Saat ini para kurir beralih dari membawa narkotika menjadi NPS/Obat-obatan berbahaya seperti Etomidate.
"Tren pola penyelundupan beralih dari narkotika menjadi NPS/Obat-obatan berbahaya seperti barang bukti yang kita amankan yaitu Etomidate," ujar Gatot, Rabu (4/6).
Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas instansi untuk mencegah modus baru penyelundupan narkotika. Saling bertukar nya informasi dan pengetahuan juga diperlukan.
"Koordinasi yang dibangun menjadi lebih krusial agar kita terus saling mendukung baik dalam sharing knowledge maupun proses pengembangan," katanya.
Lebih lanjut Gatot mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam pencegahan juga dibutuhkan sebagai penanganan dari hulu.
"Sehingga sampai ke hilir, kami dapat bekerja dengan efektif untuk mengungkap dan mencegah peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya ini dari konsumsi masyarakat luas," ucapnya.
Diketahui, Bea Cukai Soekarno-Hatta mengungkap penyelundupan narkotika. Seorang penumpang asal Thailand inisial F nekat menyelundupkan cairan narkoba yang disamarkan dalam botol skincare dan celana dalam ke Indonesia. Aksi jaringan narkoba internasional ini digagalkan di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.
Pengungkapan bermula saat petugas mengamankan satu orang WNI berinisial F yang menumpang penerbangan Thai Airways TG 0435 dari Bangkok ke Jakarta pada 26 Mei 2025.
Saat diperiksa di posko Bea Cukai sekitar pukul 19.00 WIB, petugas menemukan ±5 botol cairan bening mengandung Etomidate, ±210 cartridge kosong, dan 10 suntikan untuk mengisi cairan ke pod vape.
Cairan tersebut awalnya disembunyikan dalam kemasan botol sabun wajah dan skincare. Hasil uji laboratorium menunjukkan cairan tersebut positif mengandung Etomidate, zat kimia yang termasuk dalam kategori Narkotika Psikotropika jenis baru (NPS).
"Dari hasil tersebut, kemudian barang bukti beserta penumpang diserahterimakan ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk pengembangan dan proses lebih lanjut," ujar Kepala KPU Tipe C Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, Rabu (4/6).
Jika cairan narkoba tersebut beredar, akan menimbulkan dampak mengerikan. Dengan asumsi 1 pod digunakan oleh 4 orang, maka ada 840 jiwa generasi muda yang nyaris menjadi korban. Selain itu, negara bisa mengalami kerugian hingga Rp1,34 miliar hanya untuk biaya rehabilitasi kesehatan.
Pelaku kini dijerat dengan Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan terancam hukuman berat.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
