Wamenkes Dante Saksono Harbuwono mendampingi Menko PMK Pratikno saat cek kesehatan gratis di Puskesmas Gambir, Jakarta Pusat, pekan lalu. (ZALZILATUL HIKMIA/JAWA POS)
JawaPos.com - Rentetan kasus pelecehan seksual oleh tenaga medis menghebohkan publik. Mulai dari dokter residen anestesi di Bandung, dokter kandungan di Garut, hingga terbaru, dokter umum di Kota Malang.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono mengaku prihatin dengan masih adanya oknum tenaga medis yang menyalahgunakan profesinya.
“Setiap kegiatan yang berada di dalam maupun di luar konteks layanan, jika tidak sesuai dengan etika, akan kami tindak lanjuti. Itu mencederai sumpah dokter,” seru Prof Dante dalam keterangannya, Sabtu (19/4).
Sumpah dokter adalah janji moral dan profesional yang menjunjung nilai kemanusiaan. Oleh karenanya, tindakan asusila oleh tenaga medis jelas mencoreng profesi dan mencederai kepercayaan masyarakat.
“Kalau ada kegiatan-kegiatan yang bersifat asusila (yang dilakukan tenaga medis), maka akan kami tindak lanjuti tidak hanya dari aspek etik, tapi juga aspek hukum dan legalitas,” imbuhnya.
Bukan tidak mungkin, Surat Tanda Registrasi (STR) milik dokter yang terbukti melakukan pelanggaran etik berat akan dicabut permanen, seperti yang sudah terjadi pada dokter pelaku pemerkosaan di Bandung.
Ia adalah Priguna Anugerah Pratama, seorang dokter residen anestesi di RSHS Bandung yang tega memerkosa keluarga yang menunggu pasien.
“Ini adalah bentuk nyata dari sanksi tegas kami. Kalau STR dicabut, maka dia tidak bisa praktik lagi selamanya," tukas Dante.
Sebelumnya, baru-baru ini mencuat kasus dugaan pelecehan seksual di Kota Malang. Korban berinisial QAR mengalami pengalaman tak mengenakkan saat berobat di Persada Hospital pada September 2022 lalu.
Melalui unggahan instagram pribadinya @qorry***, korban yang berasal dari Kota Bandung ini bercerita bahwa mulanya ia berobat ke Persada Hospital karena sinusitis dan vertigo berat.
Saat menjalani perawatan, ia malah mendapat perlakuan tak mengenakkan dari oknum dokter AY. Mulai dari spam chat, menyuruh buka baju berdalih cek jantung, hingga diduga mengambil gambar bagian dada korban.
"Bismillah, di sini aku beraniin buat speak up karena ramainya berita kasus-kasus dokter CBUL yang semakin marak. Semoga tidak ada korban selanjutnya, ini kejadian persis sebelum tragedi Stadion Kanjuruhan," tulisnya di caption, dikutip Sabtu (19/4).

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
