Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 13.30 WIB

TNI Bakal Bantu Polri Cari Keberadaan 11 Korban yang Disebut OPM Tewas Diserang di Yahukimo

Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi. (Puspen TNI) - Image

Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi. (Puspen TNI)

JawaPos.com - Mabes TNI telah menerima informasi 11 orang masyarakat sipil jadi korban kekejaman Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mereka akan membantu Polri untuk mencari, menemukan, dan mengevakuasi 11 jenazah korban di Yahukimo, Papua Pegunungan. 

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi pada Rabu (9/4). Dia menyatakan bahwa koordinasi dilakukan dengan Polri untuk mencari tahu keberadaan 11 korban yang dibantai oleh OPM tersebut. 

”Informasi itu kami terima. Kemudian bahwa memang itu sipil. Dan nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengevakuasi dan mencari betul dimana letak daripada korban-korban tadi. Tentunya TNI pasti membantu dalam dan mem-backup pengamanannya, untuk evakuasinya, segala macam,” kata dia. 

Menurut Kristomei, semua itu dilakukan berlandas aturan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Khususnya aturan yang membolehkan TNI untuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Salah satunya evakuasi korban pembunuhan oleh OPM

Mabes TNI memastikan bahwa para korban bukan prajurit TNI maupun personel Polri. Menurut mereka, korban yang dibantai oleh OPM adalah masyarakat sipil yang sedang mendulang emas di wilayah Yahukimo. Tudingan OPM bahwa mereka adalah prajurit TNI tidak benar. 

”Itu tadi propaganda supaya misalnya masyarakat eksodus, masyarakat tidak mau bekerja, guru nggak mau ngajar, tenaga kesehatan tidak mau ngasih pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat jadi resah. Nah itu, situasi itu yang diharapkan oleh pihak-pihak gerombolan tadi,” ungkap Kristomei. 

Berdasar informasi yang diterima oleh Mabes TNI,  11 orang yang dibantai oleh OPM di Yahukimo adalah masyarakat sipil yang mencoba menjadi pendulang emas. Mereka bukan personel TNI-Polri sebagaimana telah disampaikan oleh OPM kepada publik lewat Sebby Sambom. 

”Termasuk yang 11 orang ini diklaim sebagai tentara. Tentara itu tercatat namanya, teregister namanya. Hari ini tidak ada satu pun prajurit TNI atau Polri yang gugur di sana. Artinya itu adalah hoax yang disampaikan oleh pihak OPM supaya dia dilepas dari tuduhan pelanggaran HAM,” tegasnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore