
Ilustrasi orang hilang. (Antara)
JawaPos.com – Hilangnya Kasatreskrim Polres Teluk Bintuni, AKP Tomi Samuel Marbun, di Sungai Rawara, Papua Barat, masih menyisakan banyak tanda tanya. Sang istri, Riah Ukur Tarigan, mengungkap berbagai kejanggalan dalam operasi pencarian suaminya yang hingga kini belum ditemukan.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya @rubrtarigan, Riah menceritakan detik-detik sebelum suaminya menghilang. Yang mengejutkan, AKP Tomi ternyata sempat mengeluh karena dirinya didesak untuk segera berangkat ke hutan sebelum telegram resmi (TR) keluar.
"Singkat cerita ada waktu dimana kami makan siang dan saya sambil suapi, tiba-tiba suami saya celetuk, ‘Ini didesak-desak terus suruh naik (berangkat ke hutan) sebelum TR keluar karena itu kejar Kombes,’" tulis Riah dalam unggahannya yang dikutip JawaPos.com, Sabtu (15/3).
Meski tengah sibuk mempersiapkan operasi, AKP Tomi masih menyempatkan diri mendekorasi rumah mereka demi menyambut Natal pertama sang anak, Shem. Sayangnya, impian itu kandas karena hingga kini, ia belum kembali.
Longboat Terbalik, Tidak Ada Anggota Bisa Dihubungi
Pada 18 Desember 2024, Riah menerima kabar mengejutkan dari Wakapolres bahwa longboat yang ditumpangi suaminya terbalik. Namun, semakin aneh ketika tidak satu pun dari 50 anggota tim gabungan bisa dihubungi setelah kejadian tersebut. Yang lebih mengherankan, ketika Riah berinisiatif menyewa helikopter swasta untuk mempercepat pencarian, helikopter tersebut tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan jelas.
"Pada tanggal 19 (Desember) juga saya baru diinfokan via telepon oleh istri PJU Polres bahwa heli yang saya sewa diduga dicancel oleh Bapak Kapolres karena biaya operasional. Di sini saya sempat kecewa, karena saya tidak minta dibayarkan, tapi saya hanya berusaha mencari jalan untuk pertolongan nyawa suami saya," ungkap Riah.
Pada 20 Desember 2024, akhirnya helikopter dinas dan helikopter keluarga tiba untuk melakukan pencarian. Namun, hasilnya nihil. Salah satu anggota tim, Kanit Buser Roland Manggaprow, sempat memberikan kesaksian kepada Riah. Ia mengaku sebagai orang pertama yang berenang menyeberangi sungai dan memberi tanda silang sebagai peringatan bahwa arus sangat deras.
"Saat saya dan beberapa anggota berhasil menyeberang dan memasuki hutan, sekitar 20 meter dari sungai, saya mendengar dua kali teriakan dari arah sungai. Kami langsung berlari kembali dan melihat AKP Tomi berdiri di tandusan dengan air setinggi lutut. Tomi kemudian melihat ke arah saya, lalu tersapu air, dan hilang," ungkap Roland.
Namun, ketika Riah mencoba menghubungi anggota lain yang ikut dalam operasi, mereka enggan berbicara dan melemparkan semua jawaban ke Roland.
"Hari berikutnya saya menelpon salah satu anggota suami saya yang juga ikut dalam operasi senyap untuk mencari informasi karena saya menduga ada yang kurang beres dari kronologi yang disampaikan. Namun, tidak ada yang berani berbicara, takut dan semua dilemparkan kembali pada Pak Kanit," kata Riah.
Bantuan TNI Dipulangkan, Olah TKP Tidak Pernah Dilakukan
Bukan hanya itu, Riah juga mengungkap bahwa permintaan penebalan pasukan dari TNI untuk membantu pencarian malah ditolak, dan pasukan dipulangkan ke batalyon. "Namun setelah pasukan TNI yang diperbantukan datang ke posko pencarian, bukannya diberangkatkan ke TKP tapi malah dipulangkan kembali ke batalyon yang diduga atas perintah Bapak Kabagops Polres Teluk Bintuni. Ini menjadi tanda tanya besar bagi kami keluarga, kenapa seolah-olah pencarian suami saya tidak dimaksimalkan? Sampai hari ini belum ada pencarian yang benar-benar sampai ke TKP kejadian suami saya," ujar Riah dengan kecewa.
Lebih janggal lagi, di awal pencarian, polisi mengaku tidak memiliki cukup longboat. Namun, setelah perintah dari Kapolda Papua Barat turun, tiba-tiba 12 longboat tersedia dalam waktu singkat.
Hingga kini, belum ada olah TKP resmi yang dilakukan kepolisian. Pihak keluarga juga belum mendapatkan pernyataan resmi mengenai perkembangan penyelidikan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
