
Panglima Koarmada Laksamana Madya Denih Hendrata mengungkap penembakan bos rental mobil di Rest Area Kilometer 45 Jalan Tol Merak-Tangerang pada Senin (6/1). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Panglima Komando Armada (Koarmada) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengungkap versi penembakan yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI AL di Rest Area Kilometer 45 Jalan Tol Merak-Tangerang. Pengeroyokan itu bermula bermula dari pengeroyokan oleh 15 orang tidak dikenal (OTK).
”Bahwa tiga anggota yang pada saat itu berada di Pangkalan Pondok Dayung, yaitu Sertu AA, Sertu RH, dan KLK BA. Mereka mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang tak dikenal di Rest Area Kilometer 45 Jalan Tol Merak-Tangerang,” terang Denih di hadapan awak media pada Senin (6/1).
Lantas kasus itu meletus. Dari kasus penembakan itu diduga pelaku ada oknum anggota TNI AL. Lantas, Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) melakukan pendalaman. Hasilnya diketahui, ada keributan yang terjadi di Rest Area Kilometer 45 Jalan Tol Merak-Tangerang. Semua itu bermula dari transaksi jual beli mobil Honda Brio.
Mobil itu dibeli untuk kebutuhan pribadi. Dari harga jual Rp 135 juta, mobil baru dibayar dengan uang muka Rp 40 juta.
”Dan itu adalah rangkaian tadi menurut pengakuan dari salah satu anggota. Ya itu kan disebutkan oleh Bapak Kapolda, beli Rp 40 juta dan mobil diambil tanpa surat dan itu ada perjanjian yang mungkin akan didalami benar atau tidak,” jelas perwira tinggi bintang tiga TNI AL itu.
Atas kasus ini, Denih memastikan TNI AL mendalami semua laporan dan temuan atas peristiwa tersebut. Mereka ingin peristiwa itu diungkap secara terang-benderang. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (2/1) tidak hanya mendapat atensi dari pimpinan TNI AL, melainkan turut menjadi komitmen mereka untuk diselesaikan.
”Pangkalnya apa sih, masalahnya itu kan. Pasti saya sebagai atasan mereka juga ingin mendalami supaya saya bisa melihat ke dalam, ini prajurit ini melakukan apa. Dan tentu kita ada punya kewenangan melaksanakan penyidikan, tanpa ada kerja sama ini tentu tidak akan bisa diselesaikan di pengadilan nanti,” imbuhnya. Oleh karena itu, Puspomal bekerja sama dengan Polda Banten.
Komandan Puspomal Laksamana Muda TNI Samista menambahkan, penembakan memang terjadi tidak lama setelah Sertu AA keluar dari toilet. Sebagaimana rekaman video yang beredar dan rekaman CCTV, Sertu AA langsung diadang oleh beberapa orang. Saat keributan terjadi, terdengar letusan senjata.
Belakangan diketahui bahwa dua orang terkena tembakan. Satu di antaranya meninggal dunia. ”Betul awalnya (penembakan) di lokasi itu. Kemudian diamankan ke Indomaret itu dari hasil CCTV. Jadi, dua orang ditembak oleh satu orang di posisi (luar Indomart) bukan di dalam,” ungkap Samista. Penembakan dilakukan oleh personel TNI AL berinisial KLK BA yang juga paman dari Sertu AA.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
