Video pengejaran terhadap komplotan para pelaku ini viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat Rico tengah mengejar para pelaku dengan menggunakan mobil pribadinya. Di dalam mobil bahkan ada anak beserta istrinya.
Rico bercerita, awalnya dirinya hendak pulang ke rumah usai menjemput anaknya. Saat itu dia sedang tidak berdinas.
"Mau jemput anak pulang sekolah sama istri. Nah pas di jalan di Kampung Gotong Royong, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, saya lihat kondisi motor di jalan ini kok dipalangin, saya buka kaca terus nanya ada apa kemudian korban minta tolong bahwa motornya dicuri," kata Rico, Jumat (27/9).
Dengan cepat dirinya langsung memutarbalikkan kendaraan untuk mengejar para pelakunya.
"Saya spontan aja itu kejar para pelaku, dalam mobil ya ada anak istri saya juga, korban ini juga ikut ngejar pakai motor. Alhamdulillah satu pelaku berhasil ditangkap di wilayah Jalan Baru Panggungan, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah," tuturnya.
"Kemudian saya langsung hubungi teman-teman di Polsek Gunung Sugih untuk melakukan penghadangan dan penangkapan terhadap salah satu pelaku yang berhasil kabur dan Alhamdulillah berhasil dicegat disana dan satu pelaku lagi berhasil ditangkap beserta motor korbannya. Namun ada dua pelaku lagi yang berhasil kabur," lanjut Rico.
Dia menjelaskan dalam proses penangkapan itu, para pelaku sempat melakukan penembakan ke arah korban namun beruntung senjata api yang digunakannya mengalami kerusakan.
"Sempat nembak itu pelakunya, nembak sekali terus senjata apinya ini rusak entah habis peluru kemudian dibuangnya ke semak-semak. Tapi sudah berhasil ditemukan senjata apinya tadi," ungkapnya.
Saat ini katanya para pelaku telah diserahkan ke Polsek Tegineneng Polres Pesawaran untuk dilakukan pemeriksaan. Terhadap dua pelaku lainnya masih dilakukan pengejaran.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melalui Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia Irjen Pol Dedi Prasetyo, mengapresiasi keberanian Bripka Rico. "Pak Kapolri memberikan penghargaan berupa pendidikan Inspektur Polisi tahun 2025 kepada Bripka Rico sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan dedikasinya," ungkap Irjen Dedi.
Dukungan dari keluarga dan apresiasi dari Kapolri membuat Bripka Rico semakin termotivasi untuk menjalankan tugasnya sebagai polisi. "Hadiah ini menjadi semangat baru bagi saya untuk terus berbuat yang terbaik. Saya juga berharap bisa menjadi contoh bagi rekan-rekan saya, bahwa tugas polisi tidak terbatas pada jam dinas saja," pungkasnya.