JawaPos.com - Pengacara Razman Arif Nasution menilai terpidana Saka Tatal dalam kasus kematian mendiang Vina Cirebon masih berstatus bebas bersyarat. Menurutnya, Saka baru akan dinyatakan bebas murni pada bulan Agustus atau September mendatang.
Razman pun menjelaskan seseorang dapat dikabulkan permohonan bebas bersyaratnya apabila mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan melakukan tindak pidana serupa atau tindakan melanggar hukum lainnya selama masa pembebasan bersyarat.
Selain itu, Razman juga mengungkap seorang terpidana bebas bersyarat bisa diseret ke balik jeruji besi lagi sesuai dengan aturan yang diatur oleh aturan perundang undangan yang berlaku.
Razman Arif Nasution pun mengungkapkan salah satu alasan orang yang dinyatakan bebas bersyarat dapat dijebloskan ke dalam jeruji besi kembali. Yaitu apabila yang bersangkutan menimbulkan keresahan di masyarakat.
Saka Tatal yang berkoar-koar ke publik mengaku bukan pembunuh Vina Cirebon dan terpaksa mengaku terlibat karena dianiaya, dianggap Razman telah menimbulkan keresahan.
"Saka Tatal hari ini, menurut pandangan saya, menimbulkan keresahan, menimbulkan kegaduhan. Maka tolong lapas ambil yang bersangkutan simpan di tempat tahanan," ujar Razman dalam video diunggaj akun Lambe Danu di Instagram.
Pernyataan Razman ini ternyata tidak menimbulkan simpati dari masyarakat. Dia justru dirujak oleh netizen atas pernyataannya yang menyebut Saka Tatal menimbulkan keresahan.
"Elu yang meresahkan kenapa nggak elu aja yang disimpan," komentar salah satu netizen.
"Tolong simpan di gentong di gudang biar nggak meresahkan," timpal yang lainnya.
"Lu yang bikin gaduh nggak punya kapasitas ikut nimbrung."
Netizen lainnya menyoroti gaya berbcara Razman Arif Nasution yang cenderung meledak-ledak dan terlihat emosional
"Dia yang bicara, saya yang sesak napas," komentar salah satu warganet.
"Nek ngomong loh ngotot. Kebanyakan makan kambing sepertinya," timpal yang lainnya.
"Si Botak lagi cari muka sama Isilop. Panggilin Uya Kuya juga diam dia."
Diketahui, Vina Cirebon meninggal dunia bersama Eky dalam kejadian tragis pada 27 Agustus 2016 silam di Cirebon Jawa Barat. Keduanya meninggal setelah dibunuh oleh sejumlah orang. Sebelum dibunuh, Vina lebih dulu menjadi korban rudapaksa dilakukan secara bergiliran oleh sejumlah pelaku.
Kasus pembunuhan Vina dan Eky belum tuntas sampai sekarang penanganan kasusnya mengingat ada pelaku yang belum mendapatkan hukuman atas perbuatan keji yang dilakukan.
Kasus pembunuhan Vina dan Eky sejatinya sempat terlupakan oleh publik. Kasus ini kembali mencuri perhatian publik dan viral di media sosial setelah diangkat ke dalam film oleh rumah produksi Dee Company.
Kasus tersebut semakin mendapat perhatian secara hukum setelah Hotman 911 turun tangan mendesak pihak berwajib menuntaskan kasus pembunuhan Vina yang masih menjadi misteri padahal sudah 8 tahun berlalu.