Ilustrasi – Seseorang yang terkena gangguan kecemasan cenderung merasa murung. (Pexels/Alex Green)
JawaPos.com - Kesehatan mental adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan yang sering kali terabaikan dan disepelekan, meskipun dampaknya sangat besar terhadap kualitas hidup seseorang. Salah satu masalah yang sering muncul dan dapat mengganggu keseimbangan mental adalah gangguan kepribadian yang disertai rasa cemas berlebihan.
Gangguan kepribadian berupa rasa cemas berlebihan ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat menimbulkan dampak serius pada kesehatan fisik dan emosional seseorang.
Perlu diingat bahwa pada dasarnya wajar jika seseorang mengalami rasa cemas saat menjalani kehidupan sehari-hari. Namun, jika sudah mengalami rasa cemas berlebihan yang mulai susah untuk diatasi oleh diri sendiri, hal tersebut bisa menjadi pertanda bahwa anda memerlukan bantuan profesional.
Dilansir dari kanal YouTube Therapy In Nutshell, pada Selasa (21/5), Emma McAdam selaku therapist berlisensi dalam bidang pernikahan dan keluarga, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara mengalami kecemasan vs memiliki gangguan kecemasan. Sebagian besar orang mungkin akan menebak bahwa hal pertama yang mendasari perbedaan ini adalah tingkat keparahan dari rasa cemas. Namun, nyatanya bukan tingkat kecemasannya, melainkan hal-hal berikut ini :
Jadi, ketika kita memahami gangguan kecemasan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan penghindaran dan kurangnya keterampilan dalam menghadapi perasaan kita, pemahaman ini membuka pintu untuk melihat bahwa gangguan kecemasan tersebut bukanlah hal yang permanen, melainkan bisa diobati.
Selanjutnya, dilansir dari kanal YouTube Kata Dokter, pada Selasa (21/5), dr. Lahargo Kembaren, Sp.Kj menjelaskan bahwa gangguan kecemasan atau anxiety adalah sebuah gangguan jiwa yang ditandai dengan munculnya rasa khawatir, cemas, overthinking yang berlebihan terhadap suatu hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Orang yang mengalami gangguan kecemasan ini disertai dengan nyeri kepala, asam lambung yang meningkat (Gerd), mual-muntah, jantung berdebar-debar, nafas terasa pendek atau tidak lega, dan otot-otot terasa tegang sehingga menyebabkan gelisah. Sehingga hal-hal tersebut dapat mengganggu performance dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Lahargo menjelaskan, bahwa terdapat 5 jenis gangguan kecemasan atau anxiety antara lain sebagai berikut :
Gangguan panik atau Panic Disorder ditandai dengan serangan panik, yang merupakan tipe gangguan cemas dengan intensitasnya paling berat. Ketika seseorang mengalami gangguan panik, mereka merasa seperti akan mati, seperti terkena serangan jantung, tercekik, nafasnya terasa pendek, dan hampir putus. Hal tersebut membuat mereka harus segera datang ke fasilitas kesehatan seperti IGD, dokter, atau rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya karena kekhawatiran yang sangat besar.
Biasanya, saat berada di rumah sakit, dilakukan pemeriksaan dan penanganan seperti pemberian oksigen atau infus. Dalam waktu sekitar 30-45 menit, gejala gangguan cemas akan berangsur-angsur berkurang dan hilang. Inilah ciri dari gangguan panik atau Panic Attack, yang berlangsung secara episodik dan setelah itu penderita akan kembali seperti biasa.
Gangguan cemas menyeluruh atau Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah gangguan cemas yang tidak seberat gangguan panik, tetapi berlangsung lebih lama dalam jangka waktu bisa dari pagi hingga malam. Penderita GAD selalu merasa cemas, khawatir, dan gelisah tentang kehidupan sehari-hari, seperti masalah pekerjaan, keluarga, anak, pasangan suami-istri, dan berbagai masalah lainnya.
Pikiran mereka cenderung berlebihan atau dikenal dengan istilah overthinking atau negatif thinking. Hal ini menimbulkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penderita tidak bisa menikmati hidup dengan baik karena kesehariannya dipenuhi dengan rasa cemas dan khawatir.
Gangguan fobia adalah gangguan di mana seseorang merasa cemas terhadap objek atau situasi tertentu. Ada tiga jenis gangguan fobia:

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
