Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 April 2024 | 00.30 WIB

Polri Baru Terima 11 Data Antemortem Korban Kecelakaan di Lajur Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Km 58

Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang mengalami kecelakaan di Tol Jakarta-CIkampek Km 58, Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (8/4/2024). - Image

Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang mengalami kecelakaan di Tol Jakarta-CIkampek Km 58, Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (8/4/2024).

JawaPos.com - Proses identifikasi 12 jenazah korban kecelakaan maut di lajur contraflow Km 58 Tol Jakarta-Cikampek masih berjalan. Sejauh ini Tim DVI Polri baru menerima data antemortem untuk 11 korban. Sedangkan satu korban lagi belum ada keluarganya yang memberikan.

"Untuk antemortem yang sudah datang ke posko kami yang di RSUD ini adalah 11 korban dari 12 jenazah yang ada," kata Kabiddokkes Polda Jawa Barat Kombes Nariyana di RSUD Karawang, Selasa (9/4).

Polri berharap satu keluarga lainnya bisa segera memberikan data antemortem. Sebab, jenazah dalam kondisi hangus 100 persen sehingga sulit dikenali.

"Kami sangat butuhkan dari masyarakat atau keluarga yang paling dekat ciri-ciri khusus yang ada pada jenazah tersebut. Misalkan ada bekas luka, ada tai lalat, ada mungkin benjolan di mana, menggunakan property, anting, gelang dan sebagainya," jelas Nariyana.

Sebelumnya, kecelakaan adu banteng terjadi di lajur contraflow tol Jakarta-Cikampek, tepatnya Km 58. Kecelakaan ini melibatkan 3 kendaraan. Yakni Daihatsu Gran Max yang melaju dari arah Jakarta. Sedangkan dua kendaraan lainnya, Daihatsu Terios dan bus Primajasa.

"Jadi kecelakaan yang berakibat korban meninggal dunia dan 2 kendaraan terbakar yang melibatkan 3 kendaraan," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan di Tol Jakarta-Cikampek, Senin (8/4).

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.04 WIB. Akibat kecelakaan ini, kendaraan Gran Max terbakar hebat.

Aan belum bisa memastikan penyebab kecelakaan ini. Namun, hasil olah TKP menduga Gran Max melaju pada kecepatan di atas 100 KM/jam dan tidak melakukan pengereman sebelum benturan terjadi.

"Kemudian, korban dari bus yang terlibat ini ada 1 luka berat. Kemudian dari kendaraan Terios ada 1 luka ringan. Kemudian dari Gran Max nih kita ada 12 kantong mayat tadi ya yang kita bawa ke RSUD Karawang," jelasnya.

Korban sendiri seluruhnya tewas terbakar. Sehingga belum bisa diidentifikasi oleh petugas. Sejauh ini kendaraan Gran Max memiliki data STNK berasal dari Jakarta Timur.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore