
Proses evakuasi 7 kantong jenazah dari Gunung Bulusaraung ke Lanun TNI AU Sultan Hasanuddin makassar pada Jumat (23/1). (TNI)
JawaPos.com - Tim SAR Gabungan menyerahkan 7 kantong jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 kepada Tim DVI pada Jumat (23/1). Dengan tambahan 7 kantong tersebut, total sudah 11 kantong jenazah diterima oleh Tim DVI sejak operasi SAR berlangsung pada Sabtu pekan lalu (17/1).
Berdasar catatan Tim DVI, 1 kantong jenazah pertama diterima pada Selasa (20/1). Kemudian 2 kantong jenazah diterima pada Rabu (21/1) dan 1 kantong jenazah diterima pada Kamis (22/1). Dari 4 kantong jenazah yang ditemukan lebih dulu, Tim DVI sudah berhasil mengidentifikasi 3 korban.
Pertama, korban bernama Dede Maulana yang bertugas di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kedua, korban bernama Florencia Lolita Wibisono yang bertugas sebagai pramugari. Ketiga, korban bernama Esther Aprilita yang juga bertugas sebagai Pramugari.
”Dan pada kesempatan ini saya akan menyerahkan secara resmi kepada Tim DVI Polri dalam hal ini diwakili oleh Bapak Kapolda (Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro),” ungkap Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Sebagai perwakilan dari Tim SAR Gabungan, Syafii berharap seluruh jenazah pada 7 kantong yang sudah diserahkan hari ini dapat segera teridentifikasi. Sehingga Tim DVI secepatnya bisa menyerahkan jenazah tersebut kepada keluarga masing-masing.
”Jadi, saya sampaikan bahwa total korban yang kami evakuasi, semuanya kami evakuasi dalam bentuk bodypack. Ada 11 bodypack dan mudah-mudahan memang jenazah yang kami evakuasi itu bisa segera diketahui identitasnya,” ucap Syafii.
Dalam kesempatan yang sama Irjen Djuhandani menghaturkan terima kasih karena Basarnas bersama seluruh unsur yang terlibat dalam Tim SAR Gabungan sudah mengupayakan pencarian dan evakuasi para korban. Dalam 7 hari sejak kecelakaan terjadi, sudah 11 kantong jenazah yang diterima oleh Tim DVI.
”Ini juga menjelaskan terkait bodypack memang dari 11 yang kami terima ada 1 bodypack yang hanya berisi potongan tulang. Itu kenapa menjadi 11 (bodypack) sementara kita mengetahui manifest (pesawat) sebanyak 10 orang,” ucap Djuhandani.
Sesuai dengan harapan keluarga korban, selanjutnya Tim DVI akan bekerja keras untuk mengidentifikasi seluruh jenazah yang telah diserahkan oleh Tim SAR Gabungan. Dia memastikan, Tim DVI bekerja sebaik mungkin agar proses identifikasi berlangsung cepat dan tepat.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
